Dua puluh enam tahun! Bukan usia untuk mengeluh. Ini usia untuk menancapkan bendera di tanah yang dulu katanya mustahil! Tahun 2000! Sulaeman mengepalkan tangan pertama! “Berdiri!” Dan tembok ketakutan runtuh. selengkapnya
Dua puluh enam tahun! Bukan usia untuk mengeluh. Ini usia untuk menancapkan bendera di tanah yang dulu katanya mustahil! Tahun 2000! Sulaeman mengepalkan tangan pertama! “Berdiri!” Dan tembok ketakutan runtuh. selengkapnya
Berita Terbaru
Laporan Utama
Kategori: Kumpulan Puisi
Puisi : 19 Tahun Media Perdjoeangan
Sembilan belas tahun telah berlalu Media Perdjoeangan berdiri teguh Suara buruh, suara rakyat Mengiringi perjuangan, tak pernah henti Dengan tinta dan kata-kata Kami menyuarakan aspirasi Hak-hak buruh, keadilan sosial Menjadi selengkapnya
Puisi : Tatapan Tajam Aktivis Perempuan
Tatapan tajam, penuh api semangat Menerangi jalan, menantang gelap Seorang aktivis, perempuan tangguh Berdiri tegak, tak kenal lelah Mata yang tajam, melihat jauh Menerawang masa depan, yang lebih cerah Hati selengkapnya
Puisi : Bidikan Tajam
Bidikan tajam mata camera, Mampu menangkap momen, Tanpa suara, namun berbicara, Mengabadikan kenangan, menghidupkan cerita. Lensa yang tajam, seperti mata yang melihat, Merekam kehidupan, dengan segala keindahan, Suara tidak keluar, selengkapnya
Puisi : Sore di Buffett Warna Warni
Sore ini, di Buffett Warna Warni Cikarang Aku duduk, menatap senja yang jatuh Cahaya merah, jingga, dan ungu Menyambut malam, dengan keindahan yang tak terhingga Di sini, aku menemukan inspirasi selengkapnya
Puisi : Kemenangan Ada di Suara Kita
Kemenangan bukan sekadar akhir dari sebuah perjuangan ia adalah nyala yang tumbuh dari keberanian kita yang menolak tunduk, yang menolak diam. Hari ini kita berdiri, bukan untuk bertarung demi pujian, selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.





