Jakarta, KPonline-Di tengah panasnya cuaca dalam aksi buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Barat di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta pada Rabu (9/9/2026), ada satu kendaraan yang kehadirannya seolah tidak pernah lepas dari denyut perjuangan buruh.
Namanya “Si Jalu”, mobil komando (Mokom) milik Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) yang juga sekaligus mokom FSPMI Purwakarta.
Bagi sebagian orang, Si Jalu mungkin hanya sebuah kendaraan dengan perangkat pengeras suara. Namun bagi massa FSPMI, khususnya Wilayah Purwakarta, kendaraan ini telah menjelma menjadi lebih dari sekadar alat mobilisasi. Ia menjadi tempat suara buruh dikumandangkan, titik koordinasi massa, sekaligus simbol bahwa perjuangan tidak berhenti hanya karena aksi hari itu selesai.
Lebih lanjut, jejak keberadaan Si Jalu dalam berbagai aksi buruh FSPMI bukan cerita baru. Pada Desember 2024, mobil komando tersebut diberitakan kembali berada di garis depan aksi FSPMI Purwakarta dalam perjuangan terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Kala itu, Si Jalu disebut sebagai mobil komando yang selalu berada di garis depan berbagai pergerakan massa.
Konsistensi itu berlanjut pada 2025. Pada Maret 2025, Si Jalu kembali diberangkatkan dari Purwakarta untuk bergabung dalam aksi FSPMI di depan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap persoalan hubungan industrial yang melibatkan pekerja FSPMI di perusahaan lain.
Tidak berhenti sampai disitu. Pada akhir 2025, PUK SPAMK FSPMI PT HMMI kembali melakukan konsolidasi untuk agenda perjuangan organisasi dan aksi solidaritas. Dalam rapat rutin yang diberitakan KPonline, PUK Hino memutuskan mengirimkan mobil komando sekaligus massa aksi untuk mengikuti aksi solidaritas di Garut.
Kemudian, konsistensi tersebut kembali terlihat pada 11 Mei 2026. Ribuan anggota PUK SPAMK FSPMI PT HMMI melakukan aksi mogok kerja spontan dengan menghentikan aktivitas produksi. Aksi berlangsung di dua area produksi, yakni Plant 2 Machining dan Plant 1 Assembly.
Di tengah massa yang berkumpul, suara pengeras Si Jalu kembali menggema.
WartaPembaruan pun sempat melaporkan dalam pemberitaannya, mobil komando yang dikenal sebagai Si Jalu milik PUK SPAMK FSPMI PT HMMI menjadi bagian penting dalam aksi tersebut. Aksi dipimpin Ketua PUK SPAMK FSPMI PT HMMI Suryadi Gurning dan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan manajemen yang menurut pekerja dinilai merugikan.
Aksi mogok tersebut akhirnya berlangsung kondusif dan tuntutan pekerja disebut telah dipenuhi, sehingga aktivitas perusahaan kembali berjalan normal.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa militansi PUK Hino bukan hanya terlihat ketika mengikuti aksi di luar perusahaan. Di kandang sendiri pun, ketika persoalan hubungan industrial muncul, mereka mampu melakukan konsolidasi dan menggerakkan massa.
Kekuatan Si Jalu juga tidak hanya terlihat dalam aksi yang berkaitan langsung dengan PT Hino.
Pada 24 Juni 2026, mobil komando milik PUK SPAMK FSPMI PT HMMI kembali terlihat dalam aksi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait gugatan UMSK Jawa Barat 2026.
Kendaraan tersebut bahkan disebut sebagai Mokom FSPMI Purwakarta sekaligus mobil komando nasional FSPMI. Si Jalu berangkat dari Purwakarta menuju Bandung pada malam sebelumnya dan kemudian bergabung dengan massa buruh yang mengawal persidangan.
Di balik perjalanan tersebut, bukan hanya kendaraan yang bergerak. Ada orang-orang yang menghidupkan perjuangan di baliknya.
Iswanto disebut sebagai pengemudi mobil komando, sementara perjalanan tersebut turut didampingi Presiden Mobil Komando FSPMI Sulistianto, Panglima Koordinator Nasional Garda Metal FSPMI Supriyadi atau Piyong, serta sejumlah anggota Garda Metal PUK SPAMK FSPMI PT Hino
Dari sinilah terlihat bahwa Si Jalu memiliki posisi strategis dalam pergerakan organisasi, yakni menghubungkan perjuangan pekerja di tingkat PUK, Konsulat Cabang Purwakarta, hingga aksi FSPMI di tingkat Jawa Barat dan nasional.
Konsistensi PUK Hino juga mendapat sorotan dari Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Fuad, dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) PUK Hino pada Juli 2026.
Fuad menyebut PUK Hino sebagai “dinamo gerakan buruh Purwakarta”. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia mengapresiasi kekompakan anggota PUK Hino, termasuk setelah melihat aksi mogok kerja yang dilakukan para pekerja Hino.
Ungkapan itu bukan tanpa alasan.
PUK Hino tidak hanya membangun kekuatan melalui aksi. Mereka juga melakukan kaderisasi, pendidikan organisasi, konsolidasi dan penguatan internal. LDK PUK Hino pada 4–5 Juli 2026, misalnya, diikuti jajaran pengurus, pleno, bipartit hingga anggota Garda Metal PUK Hino.

Artinya, kekuatan sebuah organisasi buruh tidak hanya diukur dari berapa banyak massa yang mampu diturunkan ke jalan. Lebih jauh dari itu, kekuatan tersebut lahir dari kemampuan membangun kader, menjaga solidaritas dan memastikan regenerasi organisasi.
PT Hino sendiri mencatat fasilitas produksinya berada di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta. Pabrik tersebut menjadi bagian penting dari operasi manufaktur Hino di Indonesia.
Di tempat inilah PUK SPAMK FSPMI PT HMMI membangun basis organisasinya.
Maka ketika Si Jalu bergerak keluar dari kawasan pabrik, yang dibawanya bukan hanya pengeras suara dan perlengkapan aksi.
Ia membawa identitas PUK Hino.
Ia membawa nama FSPMI Purwakarta.
Dan yang paling penting, ia membawa pesan bahwa solidaritas tidak mengenal batas pagar perusahaan.
Dari perjuangan UMSK di Purwakarta, aksi solidaritas ke daerah lain, aksi di Jakarta, hingga pengawalan perjuangan buruh di Bandung, jejak Si Jalu terus muncul dalam berbagai momentum perjuangan.
Mobil komando pada akhirnya hanyalah sebuah kendaraan. Tetapi sebuah kendaraan yang memiliki makna ketika berkali-kali menjadi saksi perjalanan sebuah gerakan.
Si Jalu adalah salah satunya.
Ia menjadi saksi ketika massa PUK Hino turun memperjuangkan kepentingannya di dalam perusahaan. Ia menjadi bagian ketika FSPMI Purwakarta bergerak membawa isu buruh ke tingkat yang lebih luas. Dan ia kembali hadir ketika solidaritas sesama pekerja membutuhkan kehadiran massa dan perangkat organisasi.
Karena itu, cerita Si Jalu sejatinya bukan cerita tentang sebuah mobil.
Ini adalah cerita tentang konsistensi.
Tentang PUK Hino yang terus menjaga barisan.
Tentang FSPMI Purwakarta yang terus bergerak.
Dan tentang sebuah mobil komando yang berkali-kali membuktikan bahwa ketika suara buruh harus disampaikan, Si Jalu dan pasukan Hino hampir selalu hadir dan siap berada dibarisan depan.



