Upah Bukan Sekadar Angka: Bagaimana Menentukan Besarannya dan Apakah Cukup untuk Hidup Layak?

Upah Bukan Sekadar Angka: Bagaimana Menentukan Besarannya dan Apakah Cukup untuk Hidup Layak?

Bekasi, KPOnline – Upah merupakan salah satu komponen utama dalam hubungan kerja. Setiap bulan pekerja menerima upah sebagai imbalan atas tenaga, waktu, keterampilan, dan produktivitas yang diberikan kepada perusahaan.

Berdasarkan penelusuran koran perdjoeangan (15/9/2026), masih banyak pekerja yang belum memahami secara utuh dari mana upah ditentukan, bagaimana besarannya dihitung, serta faktor apa saja yang seharusnya memengaruhi kenaikan upah?

Upah pada dasarnya tidak semestinya dipandang hanya sebagai angka yang tercantum dalam slip gaji. Di balik angka tersebut terdapat kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya yang harus dipenuhi secara layak.

Secara sederhana, kebutuhan dasar yang menjadi bagian penting dalam kehidupan pekerja antara lain:

1. Makanan dan minuman, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
2. Sandang, termasuk pakaian dan kebutuhan pribadi.
3. Perumahan, seperti biaya sewa atau cicilan rumah, listrik, air, dan kebutuhan tempat tinggal.
4. Pendidikan, baik untuk pekerja maupun anak-anaknya.
5. Transportasi, sebagai kebutuhan untuk pergi dan pulang bekerja serta aktivitas keluarga.
6. Kesehatan, termasuk biaya pengobatan dan kebutuhan kesehatan lainnya.
7. Rekreasi dan tabungan, karena pekerja juga membutuhkan waktu untuk beristirahat serta memiliki cadangan untuk menghadapi kebutuhan masa depan.

Pertanyaannya kemudian sederhana, tetapi sangat penting: Apakah upah yang diterima pekerja saat ini benar-benar mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut?

Jika sebagian besar penghasilan habis hanya untuk makan, tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan pokok lainnya, lalu bagaimana pekerja bisa menyisihkan uang untuk pendidikan anak, kesehatan, rekreasi, apalagi tabungan?

Di sinilah pembahasan mengenai kenaikan upah menjadi penting.

Kenaikan upah seharusnya tidak hanya dilihat dari kemampuan perusahaan atau sekadar angka persentase kenaikan. Ada persoalan kebutuhan hidup, inflasi, pertumbuhan ekonomi, produktivitas, kondisi industri, serta daya beli pekerja yang harus diperhitungkan.

Pekerja juga perlu memahami bahwa memperjuangkan kenaikan upah bukan berarti semata-mata menuntut lebih banyak uang. Pada dasarnya, perjuangan upah adalah perjuangan agar hasil kerja yang diberikan selama ini mampu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi pekerja dan keluarganya.

Karena itu, pertanyaan tentang upah bukan hanya “berapa besar kenaikannya?”, tetapi juga “apakah upah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak?”

Sebab, bekerja bukan hanya tentang bertahan hidup sampai menerima gaji berikutnya. Pekerja juga berhak memiliki kehidupan yang layak, masa depan, kesehatan, pendidikan bagi anak, tempat tinggal yang layak, serta kemampuan untuk menabung.

“Upah bukan sekadar angka. Di dalamnya ada kehidupan pekerja dan keluarganya”. kata M.Indrayana, S.H. dewan Pengupahan FSPMI