Dua puluh enam tahun!
Bukan usia untuk mengeluh.
Ini usia untuk menancapkan bendera
di tanah yang dulu katanya mustahil!
Tahun 2000!
Sulaeman mengepalkan tangan pertama!
“Berdiri!”
Dan tembok ketakutan runtuh.
Lalu Purwoto maju,
Fauzan mengangkat senjata: Solidaritas!
Marsol dan Taiyo disatukan!
Dua nama, satu komando: SPL FSPMI!
Datang badai!
Budi berdiri di garis depan!
Sidik menahan gempuran PHK!
Saat dunia menutup pabrik,
kami membuka dapur umum.
Saat hukum membungkam,
kami berteriak di meja perundingan!
26 tahun!
Bukan angka di spanduk!
Ini kitab darah dan keringat!
Tiap baitnya ditulis dengan orasi di jalan,
dengan luka di dada,
dengan kemenangan yang direbut, bukan diminta!
Lihat!
Dari rahim Marsol lahir pejuang-pejuang!
2 di Cabang, 2 di Pusat, 1 di DPP!
Kami tidak hanya menjaga pagar pabrik,
kami menjaga arah bangsa pekerja!
Maka dengar!
Api ini tidak akan padam!
Selama masih ada buruh yang tertindas,
selama masih ada hak yang dirampas,
selama masih ada nama Marsol disebut,
kami akan berdiri!
Kami akan melawan!
Kami akan menang!
“DIRGAHAYU KE-26 PUK SPLP FSPMI PT. MARSOL ABADI INDONESIA!”
Teruslah jadi benteng!
Teruslah jadi palu!
Teruslah jadi barisan yang tidak kenal mundur!
(Yanto)