Kerasnya Kehidupan di Kota Atlas

Semarang, KPonline – Anak muda adalah pemilik jiwa yang arogan , kritis dan frontal. Lalu bagaimana bisa seseorang bertahan mengendalikan sifat tersebut ?

Sebut saja namanya Belia, seorang gadis yang tak lagi berusia muda ini, diusianya yang menginjak 24 tahun tentunya menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi dirinya. Belia yang masih harus melanjutkan kehidupan nya setelah ditinggal pergi seorang ayah, tentunya tak bisa membuat hidupnya untuk bersantai-santai ataupun bermanja dengan keinginan seusianya.

Bacaan Lainnya

Tak dilahirkan dari keluarga yang tergolong mampu, membuatnya untuk tetap menjadi pribadi yang tegas dan mandiri, keuletannya dalam meraih keinginannya membuatnya menjadi pribadi yang keras dan tangguh.

Belia anak dari 5 bersaudara yang lahir di kota Atlas ini cukup kritis dibandingkan anak seusianya, dia yang masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan nya tak membuatnya patah arang untuk mencari biaya , apalagi dia tidak hanya menghidupi seorang ibu, melainkan 2 orang adik yang masih butuh duduk dibangku Sekolah Dasar dan juga Sekolah Menengah Pertama, walaupun upah yang didapatkan nya di sebuah salah satu  PT ternama di kotanya hanya  lebih Rp 50.000 dari UMK Semarang pada saat ini , tak membuat nya untuk tetap berpangku tangan menunggu penghasilannya tiap bulan.

Dia terkadang mengambil pekerjaan paruh waktu ( part time ). Di sebuah angkringan yang menjajakan nasi bungkus bermodel seperti cafe, dia menjual suaranya disitu sebagai pengisi lagu. Tak banyak pula yang didapat tiap harinya, namun karena yang dilakukannya tidak serta merta karena tuntutan kebutuhan justru membuatnya terasah dengan hobinya tersebut.

Hal itu pun dilakukannya hingga saat ini , Belia memilih menjadi pribadi yang tenang dalam menghadapi kepahitan hidup yang dialaminya.Tidak hanya persoalan keluarga yang dihadapinya melainkan persoalan asmara nya pun ikut pahit.

Belia yang memutuskan untuk tetap sendiri hingga waktunya tiba ini pun merasa sangat nyaman, hingga dia pun harus tidak pernah menginginkan untuk bisa menjalani hubungan serius sebelum menikah. Keputusannya ini justru menambah nilai positif bagi Belia.

Tak sedikit pujian yang didapatnya setiap kali dia bergaul dengan beberapa teman kuliah maupun teman kerjanya.

Gadis yang juga seorang aktivis dalam organisasi buruh di Semarang ini pun tidak begitu canggung dalam bergaul di kalangan masyarakat menengah ke bawah, di dalam hatinya selalu ada belas kasih untuk mereka yang membutuhkan bantuannya.

Belia, teruslah perjuangkan hidup untuk keluarga yang lebih baik.
Semoga Belia selalu diberikan kekuatan dalam menjalani kehidupannya. (Tride)

Pos terkait