Jember, KPonline – Kehadiran Bung Said Iqbal sebagai Majelis Nasional FSPMI sekaligus Penasehat Presiden di Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh memberikan harapan tersendiri bagi kalangan pekerja dan serikat buruh.
Hal tersebut disampaikan oleh Solihin, anggota PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Jember wilayah Probolinggo, saat dimintai tanggapan terkait kegiatan yang berlangsung di mess PT Pakerin, Mojokerto.
Menurut Solihin, jabatan yang saat ini diemban Bung Said Iqbal menjadi peluang penting bagi kaum buruh untuk memperjuangkan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi di lapangan.
“Pesan Bung Said Iqbal sangat jelas, bahwa keberadaan beliau saat ini sebagai Majelis Nasional FSPMI sekaligus Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh harus dimanfaatkan oleh buruh untuk menyampaikan dan memperjuangkan berbagai persoalan perburuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Solihin mengaku terenyuh melihat semangat perjuangan para anggota PUK SPAI FSPMI PT Pakerin yang hingga saat ini masih tetap konsisten memperjuangkan nasib perusahaan agar dapat kembali beroperasi.
Menurutnya, meskipun banyak anggota yang sudah berusia tidak muda lagi, semangat mereka dalam memperjuangkan keberlangsungan pabrik tetap luar biasa.
“Saya melihat bapak dan ibu anggota PUK SPAI FSPMI PT Pakerin masih sangat semangat memperjuangkan agar pabrik bisa kembali beroperasi. Ini bukan hanya soal pekerja, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Solihin.
Ia menambahkan, berhentinya operasional PT Pakerin akibat sengketa internal keluarga pemilik perusahaan telah berdampak luas, tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga masyarakat sekitar seperti pedagang pasar dan pelaku usaha kecil.
Karena itu, Solihin berharap ada penyelesaian terbaik agar perusahaan dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.
“Perjuangan teman-teman Pakerin ini menjadi inspirasi bagi kita semua sebagai anggota PUK SPAI FSPMI PT.INDOMARCO PRISMATAMA Jember Di Wilayah Probolinggo. Di tengah situasi sulit, mereka tetap solid dan tidak menyerah memperjuangkan hak dan masa depan mereka, tanpa mengenal batas usia” pungkasnya.



