Mojokerto, KPonline – Ratusan karyawan PT Pakerin mengikuti kegiatan Konsolidasi Majelis Nasional yang digelar di Mess Karyawan PT Pakerin, Mojokerto, Minggu (14/6/2026). Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan semangat perjuangan para pekerja yang selama kurang lebih satu setengah tahun menghadapi berbagai persoalan yang berdampak pada keberlangsungan operasional perusahaan dan nasib ribuan pekerja beserta keluarganya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Presiden FSPMI, Ketua PP SPAI FSPMI, Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, jajaran KC dan PC FSPMI se-Jawa Timur, pejabat Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur, serta Kapolda Jawa Timur. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya penyelesaian permasalahan yang terjadi di PT Pakerin.
Dalam sambutannya, Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, H. Jazuli, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang tetap konsisten dan solid dalam memperjuangkan permasalahan di PT. Pakerin. Ia menegaskan bahwa sejak awal perjuangan, seluruh pihak berkomitmen menjalankan amanat undang-undang yang menekankan pentingnya menghindari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Tidak terasa perjuangan panjang ini sudah memasuki 1,5 tahun. Sampai detik ini kita tetap konsisten bagaimana yang diamanatkan undang-undang, bahwa pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus sebisa mungkin menghindari terjadinya PHK. Maka dari awal sampai saat ini kita tetap satu, Selamatkan PT Pakerin, Selamatkan Karyawan PT Pakerin, Selamatkan seluruh keluarga PT Pakerin,” ujar Jazuli di hadapan peserta konsolidasi.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kehadiran Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Ir. H. Said Iqbal, dapat membantu mencarikan jalan keluar atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi PT Pakerin. Menurutnya, setiap masalah pasti memiliki solusi dan seluruh pihak harus tetap optimistis menghadapi proses penyelesaian yang sedang berlangsung.
“Kita berharap kehadiran Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dapat membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di PT Pakerin. Semoga kemenangan berpihak kepada kita. Tidak ada penyakit tanpa obat, tidak ada masalah tanpa solusi. Yakinlah semuanya akan selesai dengan hasil yang terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jazuli menyoroti dampak luas yang ditimbulkan akibat tidak beroperasinya PT Pakerin. Menurutnya, persoalan yang terjadi tidak hanya memengaruhi para pekerja dan keluarganya, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar perusahaan.
Ia menceritakan bahwa sebelum menghadiri acara konsolidasi, rombongan sempat mengunjungi Pasar Prambon dan berdialog dengan sejumlah pedagang. Dari hasil perbincangan tersebut diketahui bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mengalami penurunan sejak PT Pakerin berhenti beroperasi. Kondisi pasar menjadi lebih sepi dan banyak pelaku usaha kecil yang merasakan dampaknya.
“Karyawan PT Pakerin mayoritas merupakan warga sekitar dan warga lokal. Dampak masalah PT Pakerin sangat luas. Bukan hanya kepada karyawan dan keluarganya, tetapi juga memengaruhi ekonomi masyarakat sekitar. Pasar menjadi sepi dan warga sekitar ikut terdampak,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Jazuli mengajak seluruh karyawan untuk tetap menjaga persatuan dan tidak kehilangan semangat dalam memperjuangkan masa depan perusahaan. Ia menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama merupakan kunci untuk menemukan solusi terbaik bagi seluruh pihak.
“Jangan pernah lelah untuk berjuang. Tanpa perjuangan, permasalahan tidak akan ada solusinya. Tetap solid, tetap bersatu, dan terus berdoa agar PT Pakerin dapat kembali beroperasi sehingga kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar dapat pulih kembali,” pungkasnya.
Acara konsolidasi berlangsung dengan penuh semangat dan harapan. Para peserta berharap sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghasilkan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan PT Pakerin demi keberlangsungan usaha, perlindungan tenaga kerja, dan pemulihan ekonomi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.



