Said Iqbal: Saya Terima Tawaran Presiden Prabowo Demi Menjadi Penyambung Aspirasi Kaum Buruh dari Dalam

Said Iqbal: Saya Terima Tawaran Presiden Prabowo Demi Menjadi Penyambung Aspirasi Kaum Buruh dari Dalam

Mojokerto, KPonline – Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, mengungkapkan alasan dirinya menerima tawaran Presiden RI untuk bergabung sebagai penasihat khusus di bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.

 

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya di hadapan para pekerja PT Pakerin, Minggu (14/6/2026), Iqbal menyatakan bahwa keputusannya menerima amanah tersebut didasari keinginan untuk menjadi penyambung gagasan, aspirasi, dan kepentingan kaum pekerja di tingkat pemerintahan.

 

Menurut Iqbal, keberadaan perwakilan yang benar-benar memahami persoalan buruh di lingkaran pengambilan kebijakan nasional sangat diperlukan. Ia menilai selama ini banyak tokoh di kabinet yang berperan menyampaikan pandangan dan kepentingan dunia usaha, sehingga diperlukan keseimbangan dengan hadirnya sosok yang mampu menyuarakan aspirasi pekerja.

 

“Tujuan saya menerima amanah ini adalah menjadi penyambung gagasan dan ide kaum pekerja kepada Presiden,” ujar Iqbal.

 

Ia mencontohkan sejumlah tokoh pemerintahan yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan dunia usaha, seperti Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Menko Perekonomian, serta Mentri ESDM. Menurutnya, mereka kerap menjadi jembatan bagi berbagai gagasan dan kepentingan kalangan pengusaha dalam proses penyusunan kebijakan.

 

Karena itu, lanjut Iqbal, pemerintah juga perlu memiliki figur yang secara langsung dapat menyampaikan kondisi dan harapan kaum buruh kepada Presiden. Ia menilai keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan pekerja merupakan hal penting dalam mewujudkan kebijakan ketenagakerjaan yang adil.

 

Atas dasar tersebut, Iqbal mengaku menerima tawaran Presiden Prabowo meskipun menyadari adanya berbagai risiko dan tantangan yang akan dihadapi. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi memperjuangkan aspirasi pekerja agar dapat didengar secara langsung di tingkat pengambil keputusan nasional.

Pos terkait