Surabaya, KPonline – Konflik keluarga yang terjadi di jajaran pemilik dan manajemen PT PAKERIN hingga saat ini belum menemukan titik terang. Perselisihan yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pekerja yang masih menunggu kepastian mengenai hak dan masa depan mereka.
Akibat konflik internal tersebut, ribuan pekerja harus menghadapi situasi yang sangat berat. Upah, Tunjangan Hari Raya (THR), serta berbagai hak normatif lainnya belum mereka terima, sementara kebutuhan hidup keluarga tetap harus dipenuhi setiap hari.
Di tengah ketidakpastian yang berkepanjangan, para pekerja terus menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Pada malam hingga dini hari, mereka secara bergantian bertahan dan menduduki area sekitar kediaman pihak pengusaha sebagai bentuk perjuangan untuk menuntut hak-hak mereka yang belum terpenuhi.
Dokumentasi yang diambil oleh Media Perdjoeangan Jawa Timur melalui jurnalis Anam sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya, memperlihatkan para pekerja yang terpaksa beristirahat di tepi jalan dan emperan toko. Pemandangan tersebut menjadi potret nyata perjuangan panjang yang harus mereka jalani demi memperoleh hak yang seharusnya mereka terima.
Para pekerja PT PAKERIN bukanlah korban kebangkrutan perusahaan maupun kegagalan usaha dalam menghadapi persaingan bisnis. Kondisi yang mereka alami saat ini berawal dari konflik yang terjadi di lingkungan keluarga pemilik perusahaan, yang kemudian berdampak pada operasional perusahaan dan kehidupan ribuan pekerja.
Mereka juga tidak sedang menuntut sesuatu yang berlebihan. Yang diperjuangkan adalah hak-hak normatif yang menjadi kewajiban perusahaan, seperti upah, THR, dan hak ketenagakerjaan lainnya yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Perjuangan tersebut telah berlangsung lebih dari 1,5 tahun. Selama itu pula para pekerja terus berikhtiar mencari jalan keluar agar perusahaan dapat kembali beroperasi secara normal dan para pekerja bisa kembali bekerja untuk menghidupi keluarga mereka.
Dalam perjalanan perjuangan itu, para pekerja turut menghadapi berbagai tantangan, termasuk tidak kurang dari sebelas kali upaya gugatan pailit yang berpotensi mengancam keberlangsungan perusahaan. Namun mereka tetap bertahan dan berjuang demi menjaga harapan agar industri yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga tetap berdiri.
Ratusan hari telah mereka lalui dengan melakukan aksi, audiensi, dan berbagai bentuk perjuangan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan perusahaan. Mulai dari rumah para direktur perusahaan, Bank Prima, kondominium, hingga berbagai kantor pemerintahan dan lembaga negara.
Mereka juga pernah menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung Negara Grahadi, Kantor Bank Indonesia, serta sejumlah instansi lainnya yang dinilai memiliki keterkaitan dengan upaya penyelesaian konflik yang terjadi.
Bahkan perjuangan tersebut tidak hanya dilakukan di Jawa Timur. Para pekerja juga mendatangi berbagai lokasi di Jakarta dan harus bermalam jauh dari keluarga demi memperjuangkan hak-hak yang hingga kini masih belum mereka terima.
Berbagai langkah telah ditempuh dengan satu harapan yang sama, yaitu agar perusahaan dapat kembali beroperasi dan para pekerja bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Semangat untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan menjadi salah satu alasan utama mereka tetap bertahan dalam perjuangan ini.
Melalui organisasi serikat pekerja, para buruh memahami bahwa selama belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terkait pemutusan hubungan kerja, maka status mereka masih tercatat sebagai pekerja perusahaan. Oleh karena itu, mereka meyakini bahwa hak atas upah, THR, dan hak-hak ketenagakerjaan lainnya tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Perjuangan pekerja PT PAKERIN juga menjadi bukti nyata pentingnya organisasi serikat pekerja. Solidaritas, persatuan, dan kebersamaan yang terbangun dalam organisasi telah menjadi kekuatan utama bagi para pekerja untuk terus bertahan dan memperjuangkan hak-haknya secara kolektif, terukur, dan bermartabat.
Semangat juang ribuan pekerja PT PAKERIN patut mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak. Besar harapan agar konflik yang berkepanjangan ini segera menemukan penyelesaian yang adil dan bermartabat, sehingga perusahaan dapat kembali beroperasi, para pekerja kembali bekerja dengan tenang, serta kesejahteraan ribuan keluarga yang bergantung pada perusahaan dapat kembali terwujud.
Semoga perjuangan panjang yang telah mereka tempuh menjadi jalan menuju keadilan, kepastian, dan keberkahan bagi seluruh pihak. Aamiin.



