Surabaya, KPonline – Di tengah perjuangan panjang menuntut pembayaran hak-hak pekerja yang hingga kini belum terselesaikan, lebih dari 50 anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI PT PAKERIN menggelar tasyakuran atas hadirnya Mobil Komando (Mokom) baru, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan kediaman salah satu petinggi PT PAKERIN yang berinisial “D” di Jalan Sumatra, Surabaya.
Tasyakuran digelar sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar Mobil Komando yang baru dimiliki dapat menjadi sarana perjuangan yang membawa keberkahan bagi para pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya.
Mobil Komando tersebut diharapkan menjadi alat pendukung perjuangan buruh, khususnya bagi anggota PUK FSPMI PT PAKERIN yang hingga saat ini masih berjuang menuntut pembayaran upah yang belum dibayarkan perusahaan selama berbulan-bulan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Doni Ariyanto selaku pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur Bidang Aksi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya Mobil Komando yang kini dimiliki oleh FSPMI Kabupaten Mojokerto.
“Alhamdulillah, hari ini FSPMI Kabupaten Mojokerto memiliki Mobil Komando sendiri. Ini bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol perjuangan dan solidaritas kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.
Menurut Doni, perjuangan yang sedang dilakukan pekerja PT PAKERIN menjadi bukti bahwa hak-hak pekerja tidak akan datang dengan sendirinya tanpa adanya upaya dan kebersamaan.
“Yang menjadi hak pekerja harus diperjuangkan. Karena dalam banyak kasus, hak tidak datang begitu saja, tetapi harus diperjuangkan secara bersama-sama melalui organisasi yang kuat dan solidaritas yang kokoh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pekerja agar tetap menjaga semangat dan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
“Jangan patah semangat. Perjuangan ini dimulai oleh kita sendiri. Bukan keluarga, bukan tetangga, melainkan kita sebagai pekerja yang memahami dan merasakan langsung persoalan yang sedang dihadapi. Karena itu, tetaplah optimistis dan terus bersatu,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Doni juga mengenang sejarah lahirnya Mobil Komando dari “Omah Perjuangan” yang berada di kawasan Berbek Industri, Sidoarjo. Dari tempat itulah, kata dia, lahir Mobil Komando pertama yang digunakan dalam berbagai aksi perjuangan buruh di Jawa Timur, sebelum kemudian diikuti oleh berbagai daerah lainnya.
“Alhamdulillah, kini Kabupaten Mojokerto juga memiliki Mobil Komando sendiri. Semoga kendaraan ini dapat menjadi sarana perjuangan yang bermanfaat, tidak hanya bagi pekerja di Mojokerto, tetapi juga bagi buruh di daerah lain yang membutuhkan dukungan perjuangan,” katanya.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, seluruh peserta kemudian menggelar doa bersama dan tasyakuran agar Mobil Komando tersebut membawa manfaat serta keberkahan dalam setiap langkah perjuangan pekerja ke depan.
Usai kegiatan tasyakuran, para anggota PUK FSPMI PT PAKERIN tetap melanjutkan aksi bertahan dan bermalam di depan kediaman petinggi perusahaan tersebut. Setidaknya sudah 8 hari para pekerja PT PAKERIN itu menggelar aksi.
Mereka menegaskan akan terus mengawal perjuangan hingga persoalan pembayaran upah karyawan PT PAKERIN mendapatkan penyelesaian yang jelas dan hak-hak pekerja dipenuhi sebagaimana mestinya.



