Purwakarta, KPonline–Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Purwakarta terus mematangkan kadernya. Dalam Workshop Pengupahan yang digelar di Kantor KC FSPMI Purwakarta, puluhan peserta dari berbagai PUK mendapatkan pembekalan langsung dari para pemateri yang kompeten.
Workshop ini diisi oleh dua pemateri utama.
Sesi pertama diisi oleh Elvan Septian, selaku Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Purwakarta. Dalam materinya, Elvan menekankan kunci utama perjuangan upah adalah kekuatan kolektif di tingkat pabrik.
“Kita harus solid dan menjadi mayoritas untuk bisa berunding terkait upah dan kesejahteraan di tingkat PUK. Tanpa soliditas dan mayoritas, posisi tawar kita akan lemah di meja perundingan,” tegas Elvan.
Sesi kedua yang paling menyita perhatian diisi oleh Fuad BM, Ketua KC FSPMI Kabupaten Purwakarta. Fuad menyampaikan pentingnya kemampuan teknis di meja perundingan, yaitu kemampuan menghitung cepat.
“Di meja perundingan kita dituntut bisa menghitung dengan cepat. Manajemen akan melihat seberapa siap kita. Jangan sampai kita kalah cepat dalam berhitung,” ujar Fuad BM.
Dalam prakteknya, suasana workshop menjadi seru dan tegang. Fuad langsung menguji peserta untuk *menghitung cepat tanpa bantuan kalkulator, dan peserta diwajibkan mengumpulkan HP-nya* terlebih dahulu. Ujian dadakan ini bertujuan untuk melatih mental dan ketangkasan kader agar tidak gagap saat berhadapan langsung dengan pihak manajemen perusahaan.
Para peserta terlihat antusias dan serius mengikuti setiap tantangan yang diberikan. Workshop ini diharapkan mampu mencetak negosiator-negosiator tangguh dari FSPMI Purwakarta yang siap memperjuangkan kesejahteraan anggota di pabriknya masing-masing.



