FSPMI Purwakarta Perkuat Strategi Perjuangan Upah Melalui Workshop

FSPMI Purwakarta Perkuat Strategi Perjuangan Upah Melalui Workshop
Elvan Septian, Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia

Purwakarta, KPonline-Menjelang akhir tahun, persoalan upah biasanya kembali menjadi perhatian utama kaum buruh. Melalui Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), para pekerja mulai mempersiapkan berbagai konsep dan strategi pengupahan sebagai bahan kajian dalam proses pembahasan dan penetapan kenaikan upah untuk tahun berikutnya yang akan dibahas dalam rapat Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota (Depekab/Depeko).

Upah menjadi salah satu aspek penting bagi buruh karena berkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, diperlukan pemahaman, data, serta strategi yang matang agar perjuangan upah dapat dilakukan secara terukur dan sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut pun kemudian menjadi salah satu fokus Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Purwakarta saat menggelar Workshop Pengupahan bertajuk “Membangun Strategi dan Meningkatkan Analisis Perjuangan Upah yang Efektif”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KC FSPMI, Bungursari, Purwakarta, Rabu (16/9/2026).

Dalam workshop tersebut, Elvan Septian, yang merupakan bagian dari Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Purwakarta, sekaligus pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia dan Direktorat Pengupahan dan PKB di tingkat Pimpinan Pusat SPAMK FSPMI, menyampaikan pentingnya pengumpulan data sebagai dasar untuk mengukur kekuatan dan kondisi masing-masing PUK.

Menurut Elvan, data tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sistem pengupahan diterapkan di masing-masing perusahaan.

“Data ini nantinya untuk mengukur kekuatan PUK kita sampai mana,” ujar Elvan dalam pemaparannya.

Ia menekankan agar strategi perjuangan yang dilakukan serikat pekerja tidak disamaratakan tanpa terlebih dahulu melihat kondisi dan kekuatan masing-masing PUK.

“Jangan sampai kekuatannya berbeda-beda, tetapi obatnya satu, demo,” tegasnya.

Karena itu, Elvan mendorong setiap PUK untuk terlebih dahulu mengetahui posisi dan kondisi mereka berdasarkan data yang dimiliki. Data tersebut, kata dia, akan menjadi salah satu bahan untuk menyusun strategi perjuangan yang lebih tepat.

Dalam workshop itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem pengupahan, termasuk upah minimum, upah minimum sektoral, serta struktur dan skala upah.

Elvan mengatakan, salah satu hal yang perlu diperkuat adalah pemahaman mengenai rumusan upah di masing-masing perusahaan. Hal tersebut penting agar pembahasan mengenai upah tidak hanya berhenti pada angka kenaikan upah minimum, tetapi juga dapat diperjuangkan melalui mekanisme pengupahan di tingkat perusahaan.

“Untuk rumusan di SPAMK, harus ada minimal rumusannya. Nanti yang lain mungkin bisa mengikuti rumusannya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya memasukkan ketentuan pengupahan secara lebih jelas dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurutnya, rumusan tersebut perlu dipersiapkan sejak awal sehingga dapat menjadi bagian dari materi perundingan antara serikat pekerja dan perusahaan.

Elvan menjelaskan, tugas di bidang Pengupahan dan PKB di tingkat Pimpinan Pusat juga mencakup pengumpulan data dari berbagai PUK untuk melihat sistem pengupahan yang diterapkan di sejumlah daerah.

Data tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bahan untuk menyusun rumusan pengupahan yang lebih ideal dan dapat dijadikan referensi bersama.

“Dari seluruh PUK, nanti kita buatkan perumusan yang ideal. Pengupahan di masing-masing daerah seperti ini, kemudian PKB yang ideal minimal ada ini, ini, ini,” katanya.

Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas serikat pekerja dalam menghadapi pembahasan pengupahan. Dengan data dan analisis yang lebih terukur, perjuangan upah diharapkan tidak hanya bergantung pada aksi, tetapi juga didukung oleh kajian dan rumusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi kaum buruh, Upah merupakan sumber utama atau urat nadi untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya. Karena itu, pembahasan mengenai pengupahan setiap tahun menjadi hal penting yang membutuhkan persiapan, data, serta strategi perjuangan yang matang.

Pos terkait