Karawang, KPonline – PUK SPAI–FSPMI PT ISS Indonesia kembali menjalankan fungsi pengawalan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keamanan aset, serta kepentingan pekerja melalui sosial dialog bersama Manajemen Area di HMS Karawang Plant, Rabu (16/9/2026).
Sosial dialog yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut membahas persoalan terkait penggunaan scissorlift pada area Team High Level, yang menjadi perhatian serikat pekerja.
Dalam dialog tersebut, SPAI–FSPMI PT ISS Indonesia menyampaikan adanya penggunaan scissorlift yang menurut serikat pekerja tidak diketahui oleh tim High Level SKM, yakni Nungki Subowo, Nopel, dan Somad.
Selain aspek penggunaan, kondisi scissorlift juga menjadi perhatian. Ditemukan adanya bekas baret pada bagian body mesin serta kondisi alat yang terlihat kotor.
Serikat pekerja menyampaikan bahwa kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut karena berkaitan dengan pengendalian penggunaan aset perusahaan sekaligus aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
“Kami meminta agar persoalan ini ditindaklanjuti secara jelas dan dilakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” demikian poin yang disampaikan SPAI–FSPMI PT ISS Indonesia dalam sosial dialog tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Manajemen Area menyampaikan sejumlah langkah tindak lanjut.
Manajemen akan berkomunikasi dengan vendor pemilik scissorlift terkait rencana modifikasi kunci pada alat tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengendalian terhadap penggunaan scissorlift.
Untuk sementara waktu, setelah aktivitas pekerjaan selesai, Manajemen juga menyampaikan agar kondisi scissorlift didokumentasikan melalui foto dari seluruh sisi. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi catatan kondisi alat setelah digunakan.
Selain itu, Manajemen akan melakukan follow-up kepada Building Owner terkait kemungkinan membuka rekaman CCTV. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengetahui dan menelusuri penggunaan scissorlift sekaligus memperoleh gambaran mengenai kronologi kejadian.
Sosial dialog tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara serikat pekerja dan manajemen dalam menyampaikan persoalan serta mencari langkah penyelesaian secara terbuka.
Melalui dialog tersebut, SPAI–FSPMI PT ISS Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspek K3, keamanan aset, dan kepentingan pekerja sebagai bagian dari upaya membangun hubungan industrial yang sehat, konstruktif, dan berkeadilan.



