Tidak Ada Batasan Hari Bagi Pasien BPJS Kesehatan yang Dirawat di RS

Sidoarjo,KPonline – Rabu 21 September 2022, Dipimpin oleh Choirul Anam ,Sebanyak 10 orang perwakilan Relawan Jamkeswatch mendatangi Kantor BPJS Kesehatan di Jalan Erlangga Sidoarjo ,mereka diterima langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Yesi Novita beserta staff nya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Yesi Novita

Pada kesempatan ini Jamkeswatch menyampaikan dua hal penting diantaranya adalah :
1.Memperkenalkan Kepengurusan Jamkeswatch Sidoarjo yang baru serta menyampaikan visi misi dari tim relawan yang merupakan sayap dari KSPI ini dengan tujuan agar tidak ada yang menyalahkan gunakan nama Jamkeswatch untuk kepentingan pribadi mengingat di setiap upaya advokasi yang dilakukan tidak meminta imbalan dalam bentuk apapun.

Bacaan Lainnya

2.Menyampaikan kasus kasus yang terjadi di lapangan seperti :
–  Terkait adanya masyarakat yang belum bisa memanfaatkan JKN Mobile ,juga kesulitan login ulang setelah melakukan update Aplikasi.

– Ada masyarakat yang tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan karena tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan.

–  Stigma di masyarakat bahwa Layanan Kesehatan yang menggunakan BPJS Kesehatan hanya dibatasi 3 hari.

– Sulitnya menemui PPIC BPJS Kesehatan di RS.

– Terkait begitu mudahnya pihak Perusahaan melakukan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan pada Karyawan nya .

– Terkait pekerja yang tidak bisa  mendapatkan layanan kesehatan setelah perusahaan mem PHK mereka.

Pertemuan ini menjadi forum diskusi diantara kedua pihak , masukan masukan yang disampaikan oleh Jamkeswatch langsung ditanggapi dengan baik oleh pihak BPJS Kesehatan.

Kepada para relawan Jamkeswatch Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Yesi Novita juga mengaku senang saat ketika ada elemen masyarakat yang mau ikut menjadi pengawas Jaminan Sosial yang berlaku sejakĀ  2015 ini ,menurutnya BPJS tidak akan membiarkan terjadi nya penyimpangan, namun kendala kendala yang ada ,tidak bisa diselesaikan oleh BPJS Kesehatan jika berjalan sendiri.

Terkait Layanan Digital sudah dibuat secara mudah ,untuk penyelesaian gagal login ,BPJS Kesehatan telah menyiapkan Barcode yang berisi link untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sejak Februari 2022 juga di putuskan bahwa Peserta tidak diwajibkan mencetak kartu peserta BPJS Kesehatan ,oleh karenanya apabila ada pasien yang ingin mendapatkan layanan kesehatan baik di faskes I maupun di RS cukup menunjukkan KTP saja.

BPJS Kesehatan juga tidak melakukan pembatasan hari kepada pasien yang membutuhkan layanan kesehatan ,sehingga Rumah Sakit tidak bisa memulangkan pasien jika Dokter yang menangani belum menyatakan sembuh.

Guna mempercepat proses Advokasi pasien juga telah dibentuk Grup WA yang beranggotakan lintas instansi seperti Dinsos,Dukcapil dan Dinkes,tinggal bagaimana memanfaatkan secara optimal keberadaan grup ini.

Pihak BPJS akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan Jamkeswatch sebelum menyetujui penonaktifan kepesertaan pekerja oleh Pengusaha melalui sistem Edabu,sedangkan untuk bisa mengetahui informasi PHK terhadap pekerja maka BPJS meminta agar Jamkeswatch berkirim surat secara resmi terlebih dahulu.

(Khoirul Anam)

Pos terkait