Tak Ditemui, Ade Kenzo Ungkapkan Kegeramannya Kepada BPJS Kota Bekasi

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Upaya protes Ade “Kenzo” Lukman terkait amburadulnya implementasi pelayanan JKN dan BPJS Kesehatan melalui aksi longmarch dari Surabaya menuju Jakarta telah memasuki hari ke-26, Sabtu (14/10/2017).

Setelah sebelumnya Ade Kenzo beristirahat di Omah Buruh, kawasan industri EJIP, Kabupaten Bekasi, pagi tadi perjalanannya di lanjutkan menuju kantor Pemda Kota Bekasi dengan ceremoni pelepasan dari Penanggung Jawab Omah Buruh, Edi Kuncoro.

Bacaan Lainnya

Perjalanan Ade Kenzo melintasi jalur Kalimalang melewati Jalur Pantura menuju perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Sepanjang jalan banyak masyarakat yang antusias menyambut, sambil membentangkan spanduk selamat datang pada Ade Kenzo. Ulama ulama Bekasi pun ikut menyambut Ade Kenzo, mereka menyalami Ade Kenzo dan memberikan logistik berupa air mineral.

Dikawal puluhan Garda Metal FSPMI, Ade langsung menuju ke Kantor Walikota Bekasi. Didampingi Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Riden Hatam Azis dan Sekretaris KC FSPMI Bekasi, Amir Mahfudz, Ade melakukan audiensi di Pendopo Kantor Walikota B´┐╝ekasi

Ditemui Muspida Kota Bekasi, Kadisnaker Kota Bekasi dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Ade memaparkan aspirasi yang di bawanya. Ade mengungkapkan sekitar 19 poin yang dia sampaikan merupakan fakta yang terjadi di lapangan terkait implementasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun Ade mengaku sedikit kecewa karena pada kesempatan tersebut, pihak BPJS Kesehatan Kota Bekasi tidak turut serta hadir.

“Sangat mengecewakan, BPJS Kesehatan tidak berani menemui kami, “ungkapnya.

Ade Kenzo pun meminta beberapa pihak untuk menghubungi BPJS Kesehatan Cabang Kota Bekasi. Namun hingga jam 14.30 wib, pihak BPJS Kesehatan tetap tidak mendelegasikan perwakilannya.

“Dari hal ini pun kita bisa menyaksikan bahwa BPJS tidak menunjukan keseriusan, aspirasi yang saya bawa merupakan temuan data yang saya himpun dari masyarakat yang seharusnya pihak BPJS bisa mendengarkan,” kata Ade.

(Afg)

Pos terkait