Ada orang-orang yang pandai sekali menghitung kekurangan, tetapi lupa menghitung berapa kali kita jatuh lalu memilih untuk berdiri.
Bagi mereka, apa yang kita lakukan tak pernah cukup. Langkah yang kita tempuh dianggap terlalu pendek, perjuangan yang kita jalani dianggap biasa, dan luka yang kita sembunyikan tak pernah mereka anggap sebagai harga yang mahal.
Kita telah menyalakan api di tengah gelap, mereka hanya melihat asapnya.
Kita telah menyeberangi sungai dengan kaki penuh luka, mereka hanya bertanya,
“Kenapa tidak berenang?”
Begitulah sebagian manusia. Mereka berdiri di tepian, lalu merasa paling tahu tentang perjalanan yang bahkan tak pernah mereka jalani.
Tak mengapa. Sebab pohon yang tumbuh tinggi tak pernah sibuk menjelaskan kepada rumputvseberapa dalam akarnya menancap.
Dan laut tak pernah marah
ketika seseorang berkata bahwa ia hanya kumpulan air.
Pada akhirnya, kita belajar satu hal: Jangan mengecilkan pencapaianmu hanya karena ada orang yang sengaja mengecilkannya.
Sebab yang tahu seberapa mahal harga sebuah perjuangan adalah mereka yang membayarnya dengan air mata, waktu, kehilangan, dan kesetiaan.
Biarkan mereka memandang rendah. Kita tak harus turun hanya untuk membuat mereka merasa tinggi. Teruslah berjalan.
Karena suatu hari nanti, ketika semua suara telah selesai berbicara, yang tersisa bukanlah penilaian mereka melainkan jejak dari apa yang telah kita lakukan.



