Bogor, KPonline—Dalam rangka mencetak pemimpin masa depan yang inklusif dan berkelanjutan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar kegiatan leadership perempuan dan pekerja muda, yang dilaksanakan di Pondok Kapilih Resort & Camp Pancawati Bogor pada (20-22/08/2026).
Peserta yang terdiri dari 70 orang yang merupakan perwakilan pekerja perempuan dan laki-laki usia muda dari berbagai Federasi afiliasi KSPI yaitu FSPMI, SPN, Farker KSPI, FSP Aspek Indonesia, FSP KEP, FSP ISI, PARREF, SBPI mendapatkan berbagai materi komprehensif.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan edukatif dan dirancang untuk menjawab tantangan masa depan sekaligus mempersiapkan generasi baru pemimpin serikat pekerja yang lebih adaptif, kritis, dan berperspektif keadilan.
Pemilihan metode perkemahan di alam terbuka bertujuan untuk membangun kekompakan (team building), mentalitas tangguh, serta kedisiplinan untuk peserta. Dalam rangkaian kegiatan ini, diberikan materi mulai dari dasar-dasar kepemimpinan di serikat pekerja, pengorganisasian, gender, pekerja muda dan pekerja perempuan hingga teknik komunikasi efektif,
Asep Saepulloh dari KSPI yang merupakan ketua panitia pelaksana kegiatan ini menyampaikan bahwa Leadership Camp Perempuan dan Pekerja Muda KSPI tahun 2026 yang bekerja sama dengan DTDA Danish Trade Union Development Agency) dan mengambil tema membangun kepemimpinan inklusif untuk memperkuat regenerasi Gerakan serikat Pekerja Indonesia ini penting dilakukan selain itu pelibatan aktif perempuan dan pekerja muda merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan organisasi serikat buruh.
Asep menambahkan bahwa perempuan dan pekerja muda memiliki energi, cara pandang baru, serta peran yang sangat strategis dalam menentukan arah masa depan gerakan buruh. Melalui kegiatan di alam terbuka seperti di Cikreteg ini, kita ingin menempa mentalitas kepemimpinan yang solider, tangguh, dan siap menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang semakin kompleks.



