Masjid Kejati Jatim jadi Tikum Aksi FSPMI, Ini Respon Imam Masjid

Masjid Kejati Jatim jadi Tikum Aksi FSPMI, Ini Respon Imam Masjid

Surabaya, KPonline – Lebih dari 5 tahun ini, FSPMI Jawa Timur menjadikan seberang jalan Masjid Baitul Haq (Masjid Kejaksaan Tinggi) sebagai lokasi titik kumpul bagi massa aksi yang datang dari Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Banyuwangi dan Jember.

 

Bacaan Lainnya

Seperti halnya pada aksi pada hari Kamis 1 Oktober 2026. Sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur mereka berkumpul di lokasi ini sekaligus melaksanakan sholat terlebih dahulu.

 

Setiap ada aksi FSPMI, Sholat Dzuhur disini selalu di penuhi jamaah berbaju putih biru yang merupakan seragam FSPMI, bahkan terasa seperti sholat Jumat.

 

Selesai sholat biasanya Sang Imam memberikan Kajian Singkat atau mungkin bisa dibilang Kuliah Tujuh Menit, dan kali ini Imam memberikan pesan yang seolah ditujukan kepada massa aksi FSPMI yang ikut berjamaah tentang “Dua hal yang merugikan umat Islam” diantaranya adalah:

 

1. Orang yang Lupa Sholat

Meskipun saat berjuang menyuarakan hal buruh sebaiknya jangan melupakan sholat, pun begitu saat aksi dimulai lalu mendengar suara Azan sebaiknya dihentikan dulu dan ikut sholat.

 

2. Tidak Pernah Memikirkan Nasib Orang Miskin

Disini Imam masjid menjelaskan agar jamaah terus memikirkan nasib orang miskin dan memperjuangkan hak hak mereka dan selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Menjadikan depan Masjid Baitul Haq sebagai titik kumpul memang tepat sehingga massa aksi yang beragama islam bisa menunaikan kewajiban dulu, membuat hati lebih tenang, menjauhkan diri dari nafsu untuk berbuat anarkis selain itu dengan sholat terlebih dahulu maka sesampainya di lokasi aksi membuat massa aksi tidak bubar dulu dengan alasan ishoma.

Pos terkait