Surabaya, KPonline – Ada cerita menarik di balik pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (Musnik) III PUK SPAI FSPMI PT. ISS Indonesia–Jatim Surabaya. Bagi Ayu Fitria Handayani, kegiatan yang digelar di Gedung Penginapan Remaja, Jalan Dukuh Kupang XXV No. 5, Surabaya, Minggu (23/8/2026), bukan sekadar agenda organisasi.
Musnik kali ini menjadi pengalaman baru sekaligus perjalanan yang cukup unik bagi Ayu. Setelah sebelumnya keluar dari perusahaan SSU, ia sempat berpikir akan bergabung dengan Alam Raya. Namun, perjalanan hidup justru membawanya bekerja di PT. ISS Indonesia dan kembali menjadi bagian dari keluarga besar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
“Dulu saya berpikir setelah putus dari SSU akan menjadi anggota alam raya atau non PUK. Ternyata malah direkrut bekerja di PT. ISS dan sekarang menjadi anggota lagi,” ujar Ayu.
Kembalinya Ayu ke dunia serikat pekerja membuatnya merasakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi, untuk pertama kalinya ia mengikuti Musnik secara langsung.
Jika sebelumnya ia mengaku lebih banyak “bermain di belakang layar”, kali ini Ayu memilih tampil dan ikut mengambil bagian dalam perjalanan organisasi di PUK tempatnya bernaung.
“Senang, karena ini pertama kali saya mengikuti acara Musnik. Dulu di PUK SSU tidak ada Musnik seperti ini. Saya biasanya hanya bermain di belakang layar, tetapi sekarang bisa ikut andil di dalam PUK,” ungkapnya.
Bagi Ayu, keterlibatan dalam Musnik bukan hanya soal hadir sebagai peserta. Ia bahkan dipercaya mengambil peran penting dalam rangkaian acara, yakni memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars FSPMI.
Peran tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif Ayu dalam organisasi yang kini kembali ia jalani.
Menjadi bagian dari kepengurusan dan dinamika organisasi yang baru membuat Ayu memiliki harapan besar terhadap masa depan PUK SPAI FSPMI PT. ISS Indonesia–Jatim.
Ia berharap organisasi semakin solid, sukses, dan memiliki militansi yang kuat dalam memperjuangkan kepentingan anggota.
“Semoga PUK ISS ke depannya semakin solid, sukses, dan militansinya semakin kuat,” harap Ayu.
Namun, dengan gaya khasnya yang santai dan penuh canda, Ayu menyelipkan kekhawatiran kecil.
“Takutnya arek-arek rodok mlempem,” ujarnya sambil bercanda.
Canda tersebut justru menggambarkan harapannya agar semangat anggota PUK ISS tidak hanya terasa ketika Musnik berlangsung, tetapi terus terjaga setelah forum organisasi selesai.
Perjalanan Ayu menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi tidak selalu dimulai dari posisi terdepan. Ada kalanya seseorang lebih banyak bekerja di belakang layar, mengamati, membantu, dan kemudian menemukan momentum untuk tampil mengambil peran.
Kini, Ayu berada pada fase berbeda. Ia tidak lagi sekadar menjadi bagian yang melihat dinamika organisasi dari belakang, tetapi mulai terlibat langsung dalam agenda PUK.
Keterlibatannya dalam Musnik III menjadi salah satu langkah kecil yang menunjukkan semakin terbukanya ruang partisipasi anggota dalam kehidupan organisasi.
Musnik sendiri menjadi forum penting bagi PUK untuk menjalankan agenda organisasi, melakukan konsolidasi, serta menentukan arah perjalanan organisasi ke depan. Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, sebanyak 100 peserta tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi Ayu, pengalaman tersebut menjadi awal dari perjalanan baru.
Dari semula hanya “bermain di belakang layar”, kini ia sudah berada di dalam barisan, ikut menyuarakan semangat organisasi, bahkan memimpin Indonesia Raya dan Mars FSPMI di hadapan peserta Musnik.
Sebuah cerita sederhana, tetapi sarat makna, kembali menjadi anggota bukan berarti kembali ke titik yang sama. Kali ini Ayu memilih untuk lebih berani mengambil peran.