Surabaya, KPonline – Rasa tanggung jawab terhadap organisasi membuat Maynang Suhartanto, Sekretaris Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Surabaya, tetap menjalankan tugas meski baru saja menjalani operasi.
Dalam kondisi masih mengenakan perban yang bahkan belum sempat dibuka, Maynang menghadiri dua agenda Musyawarah Unit Kerja (Musnik) PUK SPAI FSPMI pada Minggu (23/8/2026), bertempat di Gedung Penginapan Remaja, Jl. Dukuh Kupang XXV No. 5, Surabaya.
Dua agenda tersebut berlangsung pada hari yang sama, yakni Musnik III PUK SPAI FSPMI PT ISS Indonesia–Jatim Surabaya dan Musnik IV PUK SPAI FSPMI PT G4S Security Services Surabaya.
Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih tidak membuat Maynang memilih beristirahat dan meninggalkan tanggung jawab organisasi. Ia justru tetap hadir untuk menjalankan amanahnya sebagai bagian dari Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Surabaya.
Sejak pagi, Maynang sudah bergerak menghadiri agenda organisasi. Di tengah kondisi pascaoperasi, ia tetap mengikuti rangkaian kegiatan dan memberikan dukungan kepada dua PUK yang sedang melaksanakan forum permusyawaratan organisasi.
Bagi seorang pengurus Pimpinan Cabang, kehadiran dalam Musnik bukan sekadar formalitas. Musnik merupakan forum pengambil kebijakan tertinggi di PUK untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, memilih kepengurusan, serta menentukan arah perjuangan organisasi untuk periode berikutnya.
Karena itu, Maynang memilih tetap hadir meski harus menahan rasa tidak nyaman akibat kondisi pascaoperasi.
Perban yang masih melekat menjadi gambaran sederhana bahwa kehadirannya kali ini membutuhkan perjuangan tersendiri.
Namun, bagi Maynang, tanggung jawab organisasi tetap harus dijalankan.
Kehadiran Maynang dalam dua Musnik tersebut memperlihatkan bahwa militansi tidak selalu harus ditunjukkan melalui aksi besar.
Terkadang, militansi justru terlihat dari kesediaan seseorang untuk tetap hadir ketika organisasi membutuhkan dirinya, meski keadaan pribadi sedang tidak ideal.
Dengan kondisi baru selesai menjalani operasi, Maynang tetap mendatangi agenda organisasi dari satu Musnik ke Musnik lainnya.
Semangat tersebut menjadi pesan tersendiri bagi kader dan anggota SPAI FSPMI Surabaya. Organisasi membutuhkan pengurus yang tidak hanya memiliki jabatan dalam struktur, tetapi juga bersedia menjalankan tanggung jawab secara nyata.
“Tanggung jawab dan militansi bukan hanya kata-kata. Kehadiran ketika organisasi membutuhkan adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen.”
Musnik III PUK SPAI FSPMI PT ISS Indonesia–Jatim Surabaya dan Musnik IV PUK SPAI FSPMI PT G4S Security Services Surabaya menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi di tingkat unit kerja.
Kedua forum Musnik tersebut diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang berpihak kepada kepentingan anggota, serta strategi perjuangan yang semakin kuat. Mulai dari penyusunan Visi, Misi dan Kebijakan Internal PUK, Penyusunan Rancangan Program Kerja Bidang, Rekomendasi serta Rancangan Anggaran.
Kehadiran Maynang di kedua agenda tersebut sekaligus menunjukkan dukungan Pimpinan Cabang terhadap proses demokrasi dan regenerasi di tingkat PUK.
Dari pagi hingga agenda organisasi berjalan, Maynang tetap menjalankan tugasnya meski tubuh masih dalam masa pemulihan.
Bukan kondisi fisik yang menjadi alasan untuk berhenti menjalankan amanah, melainkan semangat untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Baru menjalani operasi, masih dengan perban, tetapi tetap hadir di dua Musnik. Bagi Maynang, perjuangan organisasi bukan hanya tentang berbicara—tetapi juga tentang hadir dan menjalankan tanggung jawab.



