Character Building di Sari Ater, Pangkornas Garda Metal Ingatkan Kader SPAMK FSPMI Jangan Pernah Sombong

Character Building di Sari Ater, Pangkornas Garda Metal Ingatkan Kader SPAMK FSPMI Jangan Pernah Sombong

Subang, KPonline-Pesan tentang pentingnya kerendahan hati dan ketulusan dalam perjuangan menjadi salah satu materi yang disampaikan Supriyadi dalam kegiatan Character Building yang diselenggarakan Pimpinan Pusat (PP) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di kawasan Sari Ater, Subang. (18/8)

Di hadapan para peserta, Supriyadi sebagai Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal, Sekaligus Ketua DPW FSPMI Jawa Barat dan Wakil Ketua Umum PP SPAMK FSPMI mengingatkan bahwa seluruh kader dan anggota pada dasarnya dipersatukan oleh satu organisasi dan satu perjuangan di bawah bendera Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Bacaan Lainnya

Menurut Supriyadi, jabatan dalam organisasi bukan alasan bagi seseorang untuk merasa lebih tinggi dibandingkan kader lainnya.

“Jangan pernah sombong. Mentang-mentang jadi Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas), Pangkorda, ketua umum, ketua bidang, ketua PC, bahkan ketua DPW, terus menjadi sombong. Kita ini tidak ada apa-apanya,” tegas Supriyadi yang juga biasa dipanggil (Piyong).

Ia menilai, perjalanan kehidupan dan perjuangan buruh menunjukkan bahwa jabatan maupun posisi tidak pernah menjadi jaminan seseorang akan selalu berada di atas. Bahkan, banyak pekerja dan aktivis yang sebelumnya memiliki posisi tertentu akhirnya harus menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Banyak saudara-saudara kita yang di-PHK dari pekerjaannya. Banyak contohnya. Makanya jangan pernah sombong,” ujarnya.

Supriyadi kemudian mengaitkan pentingnya kerendahan hati dengan kisah Iblis yang, menurutnya, menggambarkan bagaimana kesombongan dapat membuat seseorang kehilangan kemuliaan meskipun memiliki pengetahuan dan amal.

“Iblis itu ahli ibadah, ahli riwayat, ahli hadis, ahli Al-Qur’an. Tapi kenapa dia tidak menjadi kekasih Allah? Karena di hatinya ada kalimat, ‘Saya lebih baik daripada manusia’,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak membiarkan sedikit pun kesombongan tumbuh dalam hati, terlebih ketika mendapatkan kepercayaan atau jabatan dalam organisasi.

“Jangan sampai ada sesuatu yang terbersit di hati kita, kesombongan itu. Kita harus tetap rendah hati,” pesannya.

Lebih jauh, Supriyadi menekankan bahwa keberadaan seseorang dalam barisan perjuangan buruh sangat ditentukan oleh ketulusan dalam menjalankan perjuangan.

Ia meyakini, mereka yang berjuang dengan hati dan mengutamakan kepentingan bersama akan tetap menjadi bagian dari barisan perjuangan. Sebaliknya, mereka yang menjadikan organisasi sebagai sarana untuk kepentingan pribadi atau kelompok pada akhirnya akan tersisih oleh perjalanan waktu.

“Siapa yang berjuang dengan hati, insyaallah akan masih ada di barisan kita. Tapi yang berjuang untuk diri pribadi dan golongan, insyaallah akan minggir. Banyak contohnya,” ungkapnya.

Setidaknya, pesan tersebut diharapkan bisa menjadi refleksi bagi para peserta Character Building agar tidak hanya membangun kekompakan secara organisasi, tetapi juga membangun karakter pribadi yang rendah hati, loyal, dan tulus dalam memperjuangkan kepentingan kaum pekerja.

Bagi Supriyadi, perjuangan serikat pekerja bukan tentang siapa yang memiliki jabatan paling tinggi, melainkan siapa yang mampu menjaga ketulusan, solidaritas, dan komitmen terhadap perjuangan bersama.

“Makanya, jangan pernah sombong, kawan-kawan,” pesannya mengakhiri.

Pos terkait