KP Online

Suara Kaum Buruh

BeritaSerba Serbi

Reaksi Buruh Tolak Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan 13/2003 Berbuntut Panjang, Ini Yang Dilakukan PUK SPAMK FSPMI PT. MAPI

Purwakarta, KPonline – Berbagai macam reaksi kaum buruh atau kelas pekerja atas revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 yang akan dilakukan oleh DPR RI ternyata berbuntut panjang. Mulai dari masifnya gelombang aksi unjuk rasa buruh diberbagai daerah, hingga rangkaian sosialisasi yang berkesinambungan untuk pergerakan selanjutnya melalui Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SP/SB) kepada anggotanya.

Begitupun PUK SPAMK FSPMI PT. MAPI dalam menanggapi revisi tersebut, selain kemarin sempat ikut aksi bersama PUK-PUK FSPMI se-Purwakarta ke kantor DPRD Kab. Purwakarta. Jumat (23/8) melakukan agenda konsolidasi atau sosialisasi kembali kepada anggotannya terkait revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 di ruang Training Canter Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta.

 

“Bila revisi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 betul terjadi, bisa dipastikan akan berbahaya dan sangat menyakiti kaum buruh. Karena banyak pasal-pasal didalam revisi tersebut, tidak menguntungkan buruh,” ucap Kasma (ketua PUK SPAMK FSPMI PT. MAPI)

Dari 264 (Dua ratus enam puluh empat) Juta penduduk Indonesia, sekitar 162 Juta bermata pencaharian sebagai buruh. Sungguh alangkah baiknya jika pemerintah tidak merevisi Undang-undang tersebut dalam program legislasi nasional (Prolegnas) yang akan dilakukan oleh DPR RI. Karena setengah penduduk negeri ini adalah buruh dan tentunya mereka sangat berpengaruh serta memiliki peran penting dalam menjalankan roda perekonomian di Indonesia.

 

“Kami sebagai buruh, khususnya buruh PT. Mapi berharap agar pemerintah tidak jadi merevisi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Kalau memang mereka memaksakannya untuk merevisi Undang-undang tersebut, kami kaum buruh akan terus bergerak secara masif untuk melawannya,” tambah Kasma.