May Day 2026 di Monas: Ketua FSPMI Purwakarta Instruksikan Anggota Tampil All Out, Berangkat Subuh Jangan Terlambat

May Day 2026 di Monas: Ketua FSPMI Purwakarta Instruksikan Anggota Tampil All Out, Berangkat Subuh Jangan Terlambat
Fuad BM, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta

Purwakarta, KPonline-Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 1 Mei besok, gelombang persiapan dari berbagai daerah mulai terasa. Ratusan ribu buruh dari 5 konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia, diantaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) diperkirakan akan memadati ibu kota Jakarta dalam momentum tahunan perjuangan kelas pekerja tersebut.

Berapa sumber menyebut, jumlah massa buruh dalam mayday 2026 bisa mencapai 400 ribu peserta.

Bacaan Lainnya

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC-FSPMI) Kabupaten Purwakarta yang berafiliasi dengan KSPI, Fuad BM, menginstruksikan seluruh anggotanya agar tampil all out dalam kegiatan akbar tersebut.

Instruksi itu disampaikan sebagai bentuk keseriusan organisasi serikat pekerja FSPMI Purwakarta dalam menyambut agenda perjuangan kaum buruh yang tahun ini disebut memiliki makna tersendiri karena rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto seperti mayday 2025 lalu.

Untuk memastikan seluruh peserta dari Purwakarta tiba tepat waktu, Fuad BM meminta seluruh anggota untuk mempersiapkan diri sejak dini hari.

“Berangkat dari Purwakarta subuh. Dan diusahakan, Jam 05.30 sudah harus sampai di Monas. Jangan telat. Kita jangan dengar kiri kanan. Satu komando, pokoknya berangkat. Sesuai instruksi organisasi. Semangat,” tegas Fuad BM.

Instruksi tersebut menunjukkan disiplin organisasi yang selama ini menjadi ciri khas gerakan buruh FSPMI. Kehadiran tepat waktu dinilai penting mengingat acara dijadwalkan dimulai sejak pagi hari dan kawasan Monas diperkirakan akan dipadati massa sejak subuh.

Menurut panitia mayday 2026, acara utama akan dimulai sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dengan agenda pidato, penyampaian aspirasi, dan sambutan tokoh buruh nasional.

Kemudian, tak hanya soal keberangkatan, Fuad BM juga memberi perhatian khusus terhadap kendaraan anggota yang menggunakan mobil pribadi menuju Jakarta. Ia meminta setiap kendaraan memasang atribut organisasi agar mudah dikenali aparat maupun petugas pengatur lalu lintas.

“Sekali lagi tolong kawan-kawan yang pakai mobil pribadi untuk pasang bendera di mobil masing-masing agar tidak ditilang atau terkena blokir jalan. Jangan sampai diarahkan ke jalan lain kalau tidak bawa bendera, dikira bukan massa aksi mayday ke Monas.”

Arahan ini dinilai realistis mengingat pengamanan dan rekayasa lalu lintas biasanya diterapkan saat acara besar di ibu kota, terlebih jika melibatkan kehadiran kepala negara dan ratusan ribu peserta.

Mayday 2026 diharapkan sebagai momentum dalam memperkuat kembali solidaritas kaum buruh. Berbagai isu seperti upah layak, perlindungan kerja, penghapusan outsourcing, jaminan sosial, hingga penolakan PHK massal diperkirakan tetap menjadi perhatian utama dalam peringatan tahun ini.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah massa buruh pun dinilai sebagai sinyal penting hubungan pemerintah dengan gerakan pekerja. Sebelumnya Pemerintah di mayday 2025 menyatakan posisi negara adalah berdiri bersama buruh dan menjaga keberlanjutan lapangan kerja.

Bagi FSPMI Purwakarta, keikutsertaan dalam May Day 2026 di Monas bukan hanya soal hadir, tetapi menunjukkan eksistensi dan kekuatan organisasi di tingkat daerah. Semangat “satu komando” yang digaungkan Fuad BM menjadi pesan bahwa massa FSPMI Purwakarta siap hadir tertib, solid, dan militan.

Esok pagi, ketika matahari belum tinggi di Jakarta, ratusan ribu langkah buruh dari berbagai daerah akan bertemu di Monas. Dan dari Purwakarta, rombongan yang berangkat sejak subuh akan ikut menjadi bagian dari sejarah May Day 2026.

Pos terkait