Pesan Ketua Umum PP SPLP FSPMI di Muscab II SPLP FSPMI Kabupaten Gresik

Pesan Ketua Umum PP SPLP FSPMI di Muscab II SPLP FSPMI Kabupaten Gresik

Gresik, KPonline – Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (PC SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II pada Sabtu (13/6/2026) di RM Aroma, Perum Grand Verona Regency Blok A No.1, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Kekuatan Buruh Logam dan Pertambangan Menuju Perubahan”.

 

Bacaan Lainnya

Muscab II menjadi momentum penting bagi SPLP FSPMI Kabupaten Gresik dalam memilih kepengurusan baru yang akan menjalankan roda organisasi untuk periode berikutnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ketua Umum PP SPLP FSPMI, Bendahara Umum PP SPLP FSPMI, Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kabupaten Gresik, serta perwakilan PC FSPMI Kabupaten Mojokerto dan PC FSPMI Surabaya.

 

Ketua Pelaksana Muscab, Lutfi, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang terpilih mampu menyusun dan menjalankan program kerja yang efektif demi meningkatkan kesejahteraan buruh di Kabupaten Gresik.

 

“Dengan diadakannya Muscab ini diharapkan pengurus Pimpinan Cabang yang baru dapat menyusun program kerja yang efektif demi kesejahteraan buruh di Kabupaten Gresik,” ujar Lutfi.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP SPLP FSPMI Nasional, Suprianto, menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif kolegial dalam membangun organisasi. Menurutnya, siapapun yang terpilih menjadi ketua maupun pengurus harus mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota karena organisasi dibangun secara bersama-sama.

 

“Dinamika pemilihan kepengurusan adalah bagian dari demokrasi organisasi. Kolektif kolegial harus terus kita jaga. Siapapun ketuanya dan siapapun pengurusnya, semuanya memiliki tanggung jawab yang sama untuk membesarkan organisasi,” tegas Suprianto.

 

Ia juga menyoroti besarnya potensi pengembangan organisasi di Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Menurutnya, masih banyak perusahaan yang pekerjanya belum tergabung dalam serikat pekerja sehingga menjadi peluang besar untuk memperluas keanggotaan SPLP FSPMI.

 

“Potensi di Kabupaten Gresik untuk membentuk PUK baru sangat besar. Banyak industri besar berada di wilayah ini. Mari kita ajak pekerja yang belum berserikat untuk bergabung dengan SPLP. Semakin besar jumlah anggota, semakin besar pula pengaruh kita terhadap kebijakan di tingkat perusahaan, daerah, maupun nasional,” ungkapnya.

 

Suprianto menegaskan bahwa keberadaan serikat pekerja sangat penting dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh. Menurutnya, pekerja tidak dapat hanya mengandalkan kerja keras tanpa adanya organisasi yang memperjuangkan kesejahteraan buruh.

 

“Investor tentu memiliki organisasi untuk melindungi kepentingannya, seperti Apindo. Karena itu, buruh juga harus bersatu dalam serikat pekerja agar kesejahteraan dan hak-haknya dapat terjamin,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Suprianto juga mengingatkan pentingnya disiplin organisasi melalui pelaksanaan program kerja yang terukur dan evaluasi yang berkelanjutan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan agenda organisasi secara konsisten melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan rapat rutin bulanan.

 

“Organisasi tidak akan memberikan manfaat jika program kerjanya tidak dijalankan. Pengurus harus melakukan evaluasi melalui Rakercab setiap tahun dan rapat rutin setiap bulan. Dengan organisasi yang kuat dan aktif, perjuangan buruh akan semakin efektif,” tutup Suprianto.

 

Melalui Muscab II ini, SPLP FSPMI Kabupaten Gresik diharapkan semakin solid dalam memperkuat organisasi, memperluas keanggotaan, serta meningkatkan peran serikat pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh logam dan pertambangan FSPMI di Kabupaten Gresik.

Pos terkait