Pengusaha Lebih Takut Pada Demo Buruh Pada 2 Desember

  • Whatsapp

Jakarta, Kponline – Rencana sejumlah ormas islam yang direncanakan akan digelar pada Jumat (2/12/2016), ditanggapi cukup beragam dari kalangan pengusaha. Ada yang was-was, ada pula yang berupaya tetap tenang menghadapi aksi pada awal bulan Desember nanti dan optimistis situasi tetap kondusif.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengatakan meski ada 2 aksi demo yakni dari Aksi Bela Islam dan unjuk rasa dari buruh, rata-rata pengusaha tak terpengaruh dan tetap menjalankan aktivitas ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada pengaruh, kita tetap beraktivitas seperti biasa di Jakarta. Kalaupun ada pengusaha yang pergi dari Jakarta, itu kan karena (Jumat) mau weekend,” jelas Hariyadi kepada detikFinance, Rabu (30/11/2016).

Menurut Hariyadi, dibandingkan demo Aksi Bela Islam yang berencana melakukan Solat Jumat di jalan protokol, pelaku usaha lebih mengkhawatirkan aksi unjuk rasa yang dilakukan serikat buruh di hari yang sama.

“Buruh ini kan kalau demo suka melakukan sweeping. Kita tidak melarang demo, silakan saja, asal yang tidak ikut jangan diajak-ajak, tak perlu pakai sweeping,” ujar pengusaha jaringan hotel ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden FSPMI Kahar S. Cahyono mengatakan, pihaknya tidak berencana untuk melakukan sweeping. Justru yang sering terjadi, pengusaha menghalang-halangi buruh yang hendak ikut demo. Karena itu, dia meminta meminta agar buruh yang hendak ikut demo 212 tidak di halang-halangi.

Lebih lanjut Kahar menyatakan, jika pengusaha lebih khawatir terhadap demo buruh pada 2 Desember sangat beralasan. Karena pemogokan nasional yang dilakukan oleh buruh sedikit banyak akan mempengaruhi proses produksi. Ini merugikan dari sisi ekonomi.

Namun demikian, agaknya buruh tidak memiliki pilihan lain. Sebab seruan mereka agar PP 78/2015 dicabut tidak pernah mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah. Jika Presiden Jokowi tidak tanggap akan aspirasi buruh dan tetap mempertahankan PP 78/2015, bukan tidak mungkin aksi-aksi seperti ini akan terus terjadi. (*)

Pos terkait