FSPMI Jepara Lakukan Survey Kebutuhan Hidup Layak

Jepara, KPonline – Disela kesibukannya para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia melakukan Survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL).Minggu (29/01/2018).

Survey ini di agendakan oleh PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI Jepara Factory karena mereka belajar dari kegagalan perjuangan UMK di tahun 2018 yang mana salah satu alasan UMK Jepara tahun 2018 menggunakan PP 78/2015, karena survey dari buruh tidak dari bulan Januari sampai Oktober 2017 melainkan survey hanya dilakukan di bulan Agustus sampai Oktober maka pemerintahan jepara menolak usulan dari buruh.

Bacaan Lainnya

Yohanes Srigianto ketua PUK SPAMK FSPMI PT.SAMI Jepara Factory mengatakan “saya tidak ingin kejadian perjuangan UMK di tahun 2018 terulang di tahun 2019 maka dari itu saya selaku ketua mengagendakan dan mengajak kawan kawan untuk melakukan survey KHL mulai dari bulan Januari sampai bulan oktober nanti”

“Survey ini kami lakukan guna sebagai acuan berapa besar kenaikan UMK di tahun 2019″,tambahnya.

Survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) harus dilakukan karena sesuai dengan UU no 13 tahun 2013 tentang Kenaikan UMK harus berdasarkan data real survey KHL
(Awy)

Pos terkait