Dari Iuran Buruh Untuk Perjuangan Rakyat: Mokom FSPMI Kawal Aksi Mahasiswa di DPRD Jember

Dari Iuran Buruh Untuk Perjuangan Rakyat: Mokom FSPMI Kawal Aksi Mahasiswa di DPRD Jember

Jember, KPonline – Mobil Komando (Mokom) milik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Jember turut digunakan dalam aksi mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Jember pada sore hari kemarin (15/6/2026). Kehadiran mokom tersebut menjadi wujud nyata solidaritas antara gerakan buruh dan mahasiswa dalam mengawal aspirasi masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Mokom FSPMI merupakan aset organisasi yang dibeli dari hasil iuran anggota. Selama ini kendaraan tersebut menjadi sarana perjuangan buruh untuk menyuarakan hak-hak pekerja serta mengawal berbagai agenda sosial kemasyarakatan.

 

Konsulat Cabang FSPMI Jember, Nofi Cahyo Hariyadi, menegaskan bahwa mobil komando FSPMI tidak pernah disewakan untuk kepentingan komersial. Penggunaannya selalu didasarkan pada semangat solidaritas dan kepentingan perjuangan masyarakat.

 

“Mobil komando ini adalah hasil iuran anggota FSPMI yang dikumpulkan dengan penuh semangat kebersamaan. Karena itu, kami tidak pernah menyewakannya. Fungsi utamanya adalah untuk mendukung perjuangan buruh dan anggota FSPMI. Namun sebagai bagian dari masyarakat, kami juga membuka ruang solidaritas bagi elemen masyarakat yang membutuhkan sarana untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab, termasuk kawan-kawan mahasiswa yang hari ini melaksanakan aksi di DPRD Jember,” ujar Nofi Cahyo Hariyadi.

 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa memanfaatkan mokom sebagai sarana orasi dan koordinasi massa. Kehadiran mobil komando FSPMI menjadi simbol bahwa perjuangan untuk menyampaikan aspirasi dan mengawal kebijakan publik merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

 

FSPMI memandang bahwa hubungan antara buruh dan mahasiswa memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, dukungan terhadap aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai merupakan bagian dari semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

 

Nofi menambahkan bahwa FSPMI akan terus menjaga komitmennya untuk berada di tengah masyarakat dan mendukung perjuangan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

 

“Perjuangan buruh tidak bisa dipisahkan dari perjuangan rakyat. Ketika ada suara masyarakat yang perlu disampaikan secara terbuka dan demokratis, kami percaya solidaritas adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Semoga sinergi antara buruh, mahasiswa, dan masyarakat dapat menjadi energi positif untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik,” tutupnya.

 

Melalui dukungan ini, FSPMI Jember menegaskan bahwa mobil komando yang dibangun dari semangat gotong royong anggota akan terus digunakan sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan komersial.

Pos terkait