Malang, KPonline – Dalam setiap langkah perjuangan pergerakan kaum buruh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur selalu memegang teguh prinsip kolektif yang diawali dengan rapat, diskusi, dan koordinasi yang matang. Berlandaskan prinsip tersebut, FSPMI bertekad dan bercita-cita untuk terus mengembangkan organisasi agar tumbuh merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
Komitmen ini tampak nyata saat Perangkat FSPMI se-Jawa Timur berkumpul di Shanaya Resort, Malang, pada Jumat, 31 Juli 2026, untuk melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan berlangsung hingga satu hari ke depan.
Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran Pengurus DPW FSPMI Jawa Timur, perwakilan Konsulat Cabang dari lima daerah (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan), serta perwakilan Task Force dari dua daerah pengembangan (Nganjuk dan Banyuwangi).
Mengusung tema “Membumikan FSPMI di Seluruh Pelosok Jawa Timur”, Rakerwil ini menjadi benang merah dari empat poin strategis utama yang dibahas secara mendalam bersama:
– Evaluasi dan Progres: Pembahasan progres pelaksanaan Mayday 2026 serta tindak lanjut program Organizer 2026.
– Strategi Pengupahan: Diskusi komprehensif mengenai arah perjuangan pengupahan, meliputi UMP, UMK, dan UMSK untuk tahun 2027.
– Konsolidasi Internal: Pembahasan kedisiplinan dan ketaatan terhadap AD/ART organisasi serta usulan pembentukan Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
– Pengembangan Politik: Evaluasi dan pembahasan terkait pengembangan Partai Buruh serta langkah-langkah rapat tindak lanjut.
Melalui budaya organisasi yang selalu mengedepankan musyawarah, rapat, dan koordinasi yang solid, FSPMI terus membuktikan diri sebagai motor penggerak buruh di Jawa Timur mulai dari perumusan konsep, aksi di lapangan, hingga pengawalan tindak lanjut hasil perjuangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh kaum buruh. Dengan memperluas jaringan secara merata, FSPMI berharap agar keberadaan organisasi kedepan akan semakin kuat dan berdampak luas di Jawa Timur.



