Derita Pekerja Informal

  • Whatsapp
Ilustrasi driver Gojek sedang antre di suatu gerai makanan. (SHUTTERSTOCK/GRATSIAS ADHI HERMAWAN)

Purwakarta, KPonline – Pengemudi ojeg online yang merupakan pekerja di sektor informal telah banyak kehilangan pendapatan atau pun pekerjaan setelah Covid-19 ikut mewabah di Indonesia

Indonesia merupakan basis ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Seperti negara-negara berkembang lainnya di Asia-Pasifik, lebih dari setengah pekerjanya berada di sektor informal. Karena itu ada risiko bahwa kebijakan apa pun, bila salah langkah dalam memerangi virus COVID-19 akan memperburuk kemiskinan.

Berita Lainnya

Sejak bergulirnya kebijakan pemerintah melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk cepat tanggap lawan Corona, sampai saat ini pengemudi ojeg online masih terkena dampaknya.

“Penghasilan saya turun menjadi Rp30.000, kemarin karena saya memiliki lebih sedikit pelanggan,” kata Nurdin, seorang pengemudi Go-Jek di Purwakarta

Nurdin biasanya memiliki delapan hingga sepuluh pesanan setiap hari dan menghasilkan 80.000 hingga 100.000 rupiah. Setelah Covid-19 melanda, pesanan Nurdin turun menjadi sekitar tiga setiap hari, dan itu sangat mengurangi pendapatannya.

“Jika pemerintah membuat suatu kebijakan untuk menghadapi Corona, tolong pikirkan juga nasib pekerja seperti kita,” kata Nurdin.

“Jika kita tidak bekerja, kita tidak bisa makan,” tegas Nurdin

Pengemudi ojeg online adalah salah satu contoh dari pekerja informal. Kemudian, bisa didefinisikan pekerjaan informal adalah pekerjaan mandiri dan pekerjaan berupah yang tidak terdaftar, diatur atau dilindungi oleh kerangka hukum atau peraturan yang berlaku.

Dan pekerjaan non-upah yang dilakukan di dalam suatu atau sebuah perusahaan. Pekerja informal biasanya tidak memiliki kontrak kerja yang aman, tunjangan, perlindungan sosial atau perwakilan kolektif.

Ekonomi dalam kehidupan mereka akan rusak parah jika pekerja informal kembali menganggur atau tidak mendapatkan penghasilan sesuai kebutuhan hidup layak, dan ini juga bisa memicu keresahan sosial.

Di Indonesia, banyak orang yang bekerja di sektor informal melalui Go-Jek dan Grab dengan upah harian. Sehingga, sudah seharusnya mereka kini menjadi perhatian pemerintah.

Pos terkait