Jember, KPonline – Semangat solidaritas kembali ditunjukkan oleh anggota FSPMI wilayah Tapal Kuda. Perwakilan FSPMI dari Kabupaten Banyuwangi, Jember, Lumajang, dan Probolinggo berangkat bersama untuk menghadiri kegiatan kunjungan kerja Ir. Said Iqbal, M.E., Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Ketua Majelis Nasional FSPMI, yang diselenggarakan oleh DPW FSPMI Jawa Timur di Mojokerto, Minggu (14/6/2026).
Sebelum bertolak menuju lokasi kegiatan, para perwakilan berkumpul dan melakukan koordinasi keberangkatan. Dalam momen tersebut tampak pula Mobil Komando (Mokom) FSPMI yang selama ini menjadi simbol perjuangan dan identitas gerakan buruh dalam berbagai agenda organisasi.
Keberangkatan bersama ini menjadi cerminan kuatnya persaudaraan dan solidaritas antaranggota FSPMI di wilayah Tapal Kuda. Dengan semangat kebersamaan, rombongan menempuh perjalanan menuju Mojokerto untuk memenuhi amanah dan instruksi organisasi yang telah ditetapkan oleh DPW FSPMI Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota serikat pekerja. Selain sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menghadirkan secara langsung Ir. Said Iqbal, M.E. dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Bagi keluarga besar FSPMI, kehadiran Bung Said Iqbal memiliki makna tersendiri. Meski saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, beliau tetap hadir di tengah-tengah anggota dan pengurus serikat pekerja. Sebagai Ketua Majelis Nasional FSPMI, Bung Said Iqbal terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga komunikasi, kedekatan, dan semangat perjuangan bersama kaum buruh.
Penunjukkan Bung Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden RI tidak mengubah jati dirinya sebagai bagian dari gerakan buruh Indonesia. Justru kehadirannya dalam berbagai kegiatan serikat pekerja menjadi bukti bahwa perjuangan, aspirasi, dan kepentingan kaum buruh tetap mendapatkan perhatian serta ruang untuk disampaikan kepada pemerintah.
Kehadiran Bung Said Iqbal di tengah-tengah anggota FSPMI juga menjadi pesan bahwa jabatan yang diembannya saat ini tidak membuatnya jauh dari gerakan buruh. Sebaliknya, beliau tetap menjaga kedekatan dengan anggota dan terus membersamai berbagai agenda organisasi. Bagi banyak anggota FSPMI, hal tersebut menjadi bukti bahwa amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden RI berjalan seiring dengan komitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan kepentingan kaum buruh Indonesia.
Dengan semangat persatuan dan solidaritas yang terus terjaga, perwakilan FSPMI dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, dan Probolinggo berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kebersamaan serta memperkokoh perjuangan organisasi dalam membela hak dan kesejahteraan pekerja.


