6 Kota di Indonesia Dengan Biaya Hidup Termahal, Nomor 2 Jadi Tujuan Pekerja Kebanyakan

Purwakarta, KPonline – Kota-kota besar di Indonesia selalu menjadi daya tarik warga untuk mencari penghidupan baru. Beragam lapangan pekerjaan tersedia di kota-kota besar dengan besaran gaji yang menarik

Seperti diketahui, menurut kelas pekerja atau kaum buruh, upah adalah urat nadi. Darisanalah kebutuhan hidup mereka beserta keluarga dalam menghadapi kehidupan bisa ditentukan untuk selanjutnya.

Bacaan Lainnya

Kembali berbicara upah, Meski menjanjikan penghasilan yang lebih baik, kota-kota besar juga lebih menyedot banyak gaji atau penghasilan untuk berbagai kebutuhan hidup. Mulai dari kebutuhan pangan hingga hiburan, harus dibayar lebih mahal jika dibandingan dengan hidup di daerah.

Besarnya biaya hidup di sebuah kota dipengaruhi oleh beberapa faktor. Umumnya, semakin ramai sebuah kota, harga kebutuhan pun kian tinggi. Jadi jika masyarakat hendak membawa teman atau kerabat untuk mencari peruntungan di kota-kota besar, harus dipahami dulu sejumlah tantangan utama. Salah satunya mahalnya biaya hidup.

Mengutip berbagai sumber, berikut 6 kota dengan biaya hidup paling mahal di Indonesia:

1) Jakarta.

Jakarta menempati urutan pertama sebagai kota dengan biaya hidup termahal. Menurut hasil survei biaya hidup (SBH) tahun 2018, total rata-rata pengeluaran per kapita di Jakarta adalah Rp4.446.770. Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri.

2) Bekasi.

Bekasi memang bukan ibu kota provinsi seperti Jakarta dan Surabaya, tapi kota ini duduk di posisi kedua. Menempel dengan sejumlah kawasan industri besar, Bekasi menjadi magnet sebagian warga di daerah untuk mencari peruntungan. Bekasi juga memiliki upah minimum kota terbesar di Jawa Barat dengan nilai Rp4,8 juta.
Meski punya UMK tinggi, Bekasi juga merupakan kota dengan biaya hidup termahal. Total rata-rata pengeluaran per kapita di Bekasi adalah sebesar Rp4.240.902.

3) Surabaya.

Ketiga terbesar selanjutnya adalah Surabaya. Di kota terbesar kedua di Indonesia ini, total rata-rata pengeluaran per kapitanya adalah Rp4.119.168.

4) Depok.

Mengikuti jejak Bekasi adalah Depok. Depok memang tak punya kawasan industri, namun banyak perusahaan asing yang beroperasi di Depok, terutama di kawasan Jl Raya Jakarta Bogor. Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok periode 2006-2016, pernah menyatakan perputaran uang di kawasan ini di 2013 mencapai Rp4 triliun per tahun. Selain itu Depok juga menjadi salah satu primadona hunian buat warga Jakarta yang ingin menggeser letak hidupnya. Industri properti di Depok salah satu yang berkembang dengan pesat sebab harga properti di sini terus mengalami kenaikan. Total rata-rata pengeluaran per kapita di Depok sendiri sebesar Rp3.424.560.

5) Semarang.

Semarang terkenal dengan julukan “Kota Lumpia,” total rata-rata pengeluaran per kapita di Semarang mencapai Rp3.257.315. Sedangkan, total rata-rata pengeluaran rumah tangganya adalah sebesar Rp13.680.725.

6) Tangerang.

Total rata-rata pengeluaran per kapita di Tangerang adalah sebesar Rp3.287.159. Sedangkan, total rata-rata pengeluaran rumah tangganya adalah sebesar Rp12.491.204.

Pos terkait