Surabaya, KPonline – Garda Metal Kota Surabaya mulai mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan menjelang berakhirnya masa bakti pengurus periode 2021–2026. Melalui forum Pra Musyawarah Daerah (Pramusda) yang digelar di Sekretariat KC FSPMI Kota Surabaya, Ruko Simo Indah B-2, Jalan Simo Pomahan II, Surabaya, Rabu (17/6/2026), panitia melakukan penjaringan bakal calon pimpinan Garda Metal yang akan bertarung dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada Juli 2026 mendatang.
Garda Metal merupakan salah satu pilar organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berperan sebagai barisan khusus atau relawan organisasi. Selain terlibat dalam pengawalan aksi perjuangan buruh, Garda Metal juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, penghijauan, penanggulangan bencana, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Sebagaimana pilar-pilar lain di lingkungan FSPMI, masa jabatan Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal berlangsung selama lima tahun. Karena masa kepengurusan saat ini akan segera berakhir, Garda Metal Surabaya mulai membuka proses penjaringan bakal calon untuk posisi Panglima, Sekretaris, dan Bendahara.

Dalam proses penjaringan tersebut, kandidat yang diusulkan berasal dari anggota Garda Metal yang telah mencapai tingkat pendidikan organisasi level “Sangga”, yaitu jenjang lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan level “Sila”.
Sebanyak 25 anggota panitia Pramusda yang mewakili berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI di Surabaya melakukan pembukaan amplop berisi usulan nama-nama bakal calon yang diajukan dari masing-masing PUK.
Setelah melalui proses pembahasan yang berlangsung sekitar tiga jam, sejumlah nama berhasil mengemuka dan direkomendasikan untuk dibawa ke forum Musda Garda Metal Surabaya pada Juli 2026. Nama-nama tersebut antara lain Selamat Rahardjo, Kukuh Santoso, Heri Pramono, dan Vincensius Anjar Lesmana.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Korda Garda Metal Surabaya periode berjalan, Selamat Rahardjo, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta Pramusda. Ia menegaskan bahwa Garda Metal merupakan milik seluruh anggota FSPMI, bukan milik sektor atau kelompok tertentu.
“Sebelumnya saya sudah berpesan kepada panitia agar nama-nama yang muncul sebagai bakal calon Panglima Garda Metal tidak memiliki ego sektoral. Garda Metal bukan milik satu sektor, melainkan milik seluruh anggota FSPMI. Siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu merangkul semua elemen dan menjaga soliditas organisasi,” ujar Selamat.
Ia berharap proses Musda yang akan datang dapat berjalan demokratis, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Garda Metal Surabaya semakin solid, progresif, serta tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal perjuangan dan kegiatan sosial FSPMI.
Musda Garda Metal Surabaya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 dan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi untuk lima tahun ke depan.



