Road Show Nasional Singgah di Solok Selatan, Presiden FSPMI: Pengusaha Boleh Kaya, Asal Jangan Miskinkan Kami

Road Show Nasional Singgah di Solok Selatan, Presiden FSPMI: Pengusaha Boleh Kaya, Asal Jangan Miskinkan Kami

Solok Selatan, KPonline-Road Show Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bertajuk “Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan” berlanjut ke Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kunjungan yang diselenggarakan pada Minggu (2/8) ini menjadi titik kedua dalam rangkaian konsolidasi nasional yang bertujuan memperkuat organisasi sekaligus menyerap aspirasi para pekerja hingga ke daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Presiden FSPMI Suparno, Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan (SPPK) FSPMI Nani Kusmaeni, jajaran pengurus nasional FSPMI, tokoh masyarakat, serta para ketua adat Solok Selatan. Kehadiran unsur masyarakat adat menjadi simbol dukungan terhadap upaya menciptakan hubungan industrial yang lebih adil dan bermartabat bagi para pekerja.

Bacaan Lainnya

Dalam konsolidasi, berbagai persoalan ketenagakerjaan mengemuka, terutama kondisi pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Mayoritas peserta merupakan pekerja harian lepas yang masih menghadapi persoalan mendasar, seperti belum adanya kepastian kerja, lemahnya perlindungan hak-hak normatif, hingga rendahnya tingkat kesejahteraan.

Ketua Umum SPPK FSPMI, Nani Kusmaeni, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Solok Selatan. Menurutnya, Road Show Nasional bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga ruang untuk mendengar langsung suara para pekerja di lapangan.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami karena telah diterima dengan baik di Solok Selatan. Kami hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mendengarkan langsung keluhan dan kondisi para pekerja di sini. Sudah seharusnya pekerja mendapatkan keseimbangan dan keadilan atas nilai yang mereka ciptakan melalui kerja keras setiap hari,” ujar Nani.

Sementara itu, Presiden FSPMI Suparno, memberikan motivasi kepada para pekerja agar tidak merasa rendah diri dan tidak takut memperjuangkan hak-haknya melalui organisasi serikat pekerja.

“Pengusaha boleh kaya, asal jangan miskinkan kami. Jangan berkecil hati menjadi pekerja kebun sawit. Tidak semua orang yang berpendidikan rendah itu bodoh. Kita bukan bodoh, hanya belum mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan mau dibohongi dan jangan mau ditakut-takuti oleh pengusaha. Kita akan maju apabila saling bergandengan tangan, bersatu, dan saling menguatkan,” ujar Suparno.

Ia menegaskan, kekuatan utama kaum pekerja bukan terletak pada individu, melainkan pada solidaritas yang dibangun melalui organisasi. Serikat pekerja, kata Suparno, merupakan wadah untuk memperjuangkan hak, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendorong terwujudnya hubungan industrial yang berkeadilan.

Road Show Nasional FSPMI akan terus berlanjut ke berbagai daerah Sumatera dan Kepulauan Riau. Road show ini pun sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat konsolidasi, mempererat komunikasi dengan anggota, serta menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

Pos terkait