SPLP FSPMI PT. NNI & Serikat Pekerja FPE Kompak Mogok Kerja Tolak PHK Efesiensi

SPLP FSPMI PT. NNI & Serikat Pekerja FPE Kompak Mogok Kerja Tolak PHK Efesiensi

Morowali Utara, KPonline – PUK SPLP FSPMI PT. NNI bersama Serikat Pekerja FPE sepakat melakukan aksi mogok kerja pada Selasa, 17 Juni 2026. Dua serikat pekerja ini kompak menolak segala upaya perusahaan terkait program “efisiensi” yang dinilai merugikan pekerja.

Dalam pernyataan bersama, kedua serikat menyebut pengurus dari PUK SPLP FSPMI PT. NNI dan FPE justru ikut dimasukkan dalam daftar efisiensi oleh perusahaan. Hal ini jadi salah satu pemicu utama aksi mogok kerja.

“Kita sama-sama menolak segala upaya yang dilakukan oleh perusahaan. Efisiensi tidak boleh jadi alasan untuk mengorbankan pengurus serikat dan hak-hak pekerja,” ujar perwakilan aksi.

Aksi mogok kerja 17 Juni 2026 jadi bentuk penolakan tegas dari dua serikat terhadap kebijakan perusahaan. Mereka menuntut perusahaan menghentikan rencana efisiensi yang menyasar pengurus serikat dan merundingkan kembali kebijakan ketenagakerjaan sesuai aturan.

Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan pihak kepolisian dan dinas tenaga kerja telah berusaha memfasilitasi Serikat pekerja untuk bertemu dengan pimpinan PT. NNI dan merundingkan permasalahan tersebut,

Serikat pekerja meminta pihak perusahaan menghentikan efisiensi yang diduga bentuk union Busting.

Aksi tersebut kami lakukan sebagai respons atas dugaan union busting, PHK terhadap pengurus serikat, dan kebijakan efisiensi yang dinilai tidak transparan serta merugikan pekerja.

Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja yang dapat dilakukan akibat gagalnya perundingan dengan tetap memenuhi prosedur hukum yang berlaku.

Hingga berita ini dirilis mogok kerja karyawan PT.NNI masih berlanjut dengan kondusif. Kedua belah pihak diharapkan ada pertemuan dan perusahaan menghentikan union busting berkedok efesiensi. (Yanto)