Tolak Kenaikan UMP 8,51 Persen, 30 Oktober 2019 KSPI DKI Gelar Aksi Daerah

Jakarta, KPonline – Sidang dewan pengupahan DKI minggu lalu menghasilkan 2 buah rekomendasi usulan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar 4,2 juta versi pemerintah dan pengusaha, lalu 4,6 juta versi serikat pekerja.

Terkait hal ini dalam konsolidasi FSPMI se DKI Jakarta yang digelar hari ini (28/10), Ketua DPW FSPMI DKI Winarso mengungkapkan rencana aksi daerah pada hari rabu, 30 Oktober 2019 mendatang sebagai aksi pengawalan UMP 2020 agar mendapatkan hasil maksimal sesuai usulan buruh.

Bacaan Lainnya

“Secara politis aksi ini merupakan kontrol kaum buruh khususnya di ibukota Jakarta terhadap kebijakan (terkait upah) kepala daerah yaitu gubernur agar tidak lagi menggunakan PP.78 karena melanggar UU.13 tahun 2003.” ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua Perda KSPI DKI.

“Tanggal 30 Oktober 2019 besok merupakan aksi bersama afiliasi KSPI termasuk FSPMI di dalamnya.” jelas Winarso.

“Dewan pengupahan nasional sudah memakai 78 item KHL, harapannya untuk perhitungan UMP 2020 di DKI juga menggunakan hal yang sama yaitu 78 item sesuai dengan kesepakatan yang ada di Dewan Pengupahan Nasional.” ungkapnya lagi.

Tujuan aksi kali ini adalah balaikota DKI Jakarta, dan yang menjadi target adalah bisa bertemu dengan gubernur Anies Baswedan untuk memastikan kenaikan UMP di DKI sebesar 16 persen atau lebih tinggi dari edaran Menteri Tenaga kerja yang hanya mematok angka 8,51 persen.

Winarso menargetkan setidaknya 2000 anggota FSPMI DKI akan turun ke jalan bergabung bersama massa buruh lainnya.

(Jim).

Pos terkait