Bertahan di Tengah Dingin Malam, Pekerja Perempuan PT PAKERIN Tuntut Upah dan THR yang Belum Dibayarkan

Bertahan di Tengah Dingin Malam, Pekerja Perempuan PT PAKERIN Tuntut Upah dan THR yang Belum Dibayarkan
Beberapa pekerja perempuan PT. Pakerin Mojokerto, bertahan di dinginnya malam di depan rumah salah satu pemilik perusahaan PT. Pakerin di jln. Sumatra Surabaya (31/05/2026).

Surabaya, KPonline – Beralaskan tikar lusuh dan beratapkan langit malam yang dingin, puluhan pekerja PT PAKERIN masih bertahan di depan kediaman salah satu petinggi perusahaan berinisial “D” di Jalan Sumatra, Surabaya, Sabtu malam (30/5/2026). Di antara mereka terdapat sejumlah pekerja perempuan yang tetap menunjukkan semangat perjuangan meski harus bermalam di tengah udara malam yang menusuk.

Salah satunya adalah Sukani (52), pekerja PT PAKERIN yang telah bergabung dalam aksi sejak Kamis (27/5/2026). Bersama anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) lainnya, ia terus memperjuangkan hak pekerja yang hingga kini belum sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan.

Bacaan Lainnya

Para pekerja menuntut pembayaran upah bulan Januari dan Februari 2026 serta Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 yang hingga akhir Mei disebut belum mereka terima.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mencairkan dana sekitar Rp. 82 miliar ke rekening PT PAKERIN menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Dana tersebut dikabarkan diperuntukkan bagi pembayaran upah pekerja periode Oktober, November, dan Desember 2025, serta Januari dan Februari 2026 berikut THR.

Namun, menurut keterangan para pekerja, realisasi pembayaran baru mencakup upah Oktober hingga Desember 2025. Sementara itu, upah Januari dan Februari 2026 serta THR hingga kini masih belum diterima.

“Kami sebagai pekerja perempuan di PT PAKERIN berharap gaji dan THR kami segera dibayarkan. Itu adalah hak kami yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Sukani

Ia juga berharap perusahaan dapat kembali beroperasi secara normal sehingga seluruh pekerja dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak.

“Kami ingin PT PAKERIN bisa beroperasi kembali. Perusahaan ini telah menjadi tempat kami mencari nafkah selama bertahun-tahun. Kami berharap perusahaan dapat bangkit kembali dan para pekerja bisa kembali bekerja seperti semula,” tambahnya.

Hingga Sabtu malam, sekitar 100 anggota FSPMI masih bertahan di lokasi aksi. Mereka menyatakan akan terus mengawal perjuangan tersebut hingga perusahaan memenuhi tuntutan pembayaran upah Januari dan Februari 2026 serta THR yang masih tertunda.

Aksi ini menjadi gambaran nyata keteguhan para pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya. Di tengah keterbatasan dan dinginnya malam, mereka tetap bertahan dengan harapan sederhana: memperoleh hak yang telah mereka kerjakan dan memastikan keberlangsungan masa depan keluarga mereka.

Pos terkait