Morowali, KPonline–Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPLP FSPMI) Kabupaten Morowali resmi tercatat sebagai anggota Lembaga Kerja Sama Tripartite LKS Kabupaten Morowali. Dengan 12 PUK yang sudah terbentuk, SPLP FSPMI Morowali kini duduk bersama 6 serikat lain untuk merumuskan kebijakan ketenagakerjaan di salah satu pusat hilirisasi nikel terbesar nasional.
LKS Tripartite Kabupaten Morowali adalah forum komunikasi resmi antara 3 unsur: Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Ketenagakerjaan/Transmigrasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia APINDO, dan perwakilan serikat pekerja/buruh.
Lembaga ini dibentuk untuk mencegah konflik hubungan industrial, memfasilitasi dialog buruh-manajemen, dan merumuskan kebijakan yang seimbang antara hak pekerja dan keberlangsungan investasi.
Peran Krusial di Kawasan Industri IMIP
Morowali dikenal sebagai pusat pertambangan dan hilirisasi nikel, khususnya di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park IMIP. Dengan puluhan ribuan tenaga kerja dan dinamika industri yang tinggi, LKS Tripartite jadi “ruang mediasi” utama sebelum masalah naik ke meja perselisihan.
Fungsi utama LKS Tripartite Morowali:
1. Pengupahan: Rutin membahas Survei Komponen Hidup Layak SKHL sebagai dasar penetapan upah minimum.
2. Perlindungan pekerja: Termasuk pekerja alih daya/outsourcing dan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.
3. Pencegahan PHK: Mencari solusi dini agar PHK jadi opsi terakhir saat perusahaan ada kendala.
4. Mediasi: Membuka ruang dialog bipartit di tingkat perusahaan dan tripartit di tingkat kabupaten.
Struktur Keanggotaan Serikat Pekerja
Dari unsur serikat pekerja, LKS Tripartite Morowali kini diisi 7 federasi/serikat dengan total 121 PUK. Berikut komposisinya:
– SPN : 35 PUK
– FPE : 17 PUK
– SBIMI: 17 PUK
– SPIM: 18 PUK
– SPLP FSPMI: 12 PUK
– SPIS: 12 PUK
– SP NIKEUBA: 10 PUK
Masuknya SPLP FSPMI menambah kekuatan representasi pekerja sektor logam dan pertambangan. Ke depan, federasi ini akan membawa aspirasi buruh di lini produksi, K3, kontrak kerja, hingga kepastian karier pekerja di kawasan industri.
Ketua PC SPLP FSPMI Morowali, Murtarto menegaskan, masuknya SPLP FSPMI ke LKS bukan untuk konfrontasi, tapi untuk dialog yang setara. “Kami hadir untuk memastikan suara pekerja didengar saat kebijakan dirumuskan. Tujuannya satu pekerja sejahtera, investasi tetap jalan, Morowali maju bersama,” ujarnya. (3/5/2026)
Dengan struktur tripartit yang lengkap, Pemkab Morowali berharap setiap regulasi ketenagakerjaan yang lahir dari forum ini bisa diterima semua pihak. Karena di daerah industri besar, keseimbangan antara perlindungan buruh dan iklim investasi adalah kunci.