SPAntara Minta Direksi Utamakan Karyawan Dan Stop Pencitraan

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline- Serikat Pekerja Antara meminta Direksi Antara untuk stop melakukan pencitraan yang berlebihan hanya untuk mempertahankan jabatan agar tidak masuk dalam deretan Perusahaan BUMN yang akan dirombak direksinya oleh Erick Thohir dalam rangka bersih – bersih BUMN.

Tersiar dibeberapa pemberitaan tentang Perum LKBN Antara yang sudah satu pekan ini menggelar kegiatan pemeriksaan Rapid Test terhadap wartawan/karyawan beberapa media online atas nama Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN.

Berita Lainnya

“Kami setuju Perum LKBN Antara melakukan kegiatan positif seperti memberikan fasilitas pemeriksaan rapid test terhadap wartawan dan karyawan dibeberapa media online seperti yang dilakukan pada akhir akhir ini, namun dengan catatan apabila seluruh karyawan Antara sendiri sudah dilakukan pemeriksaan rapid test terlebih dahulu” kata Gofur, Ketua Serikat Pekerja Antara.

“Kami memandang Kegiatan memberikan pemeriksaan rapid test terhadap wartawan media online lainnya sebagai sebuah pencitraan yg berlebihan, pasalnya wartawan dan karyawan Antara sendiri baik dipusat maupun di seluruh biro provinsi masih banyak yang belum mendapatkan fasilitas pemeriksaan rapid test dari Perusahaan, banyak wartawan Antara yang mencari pemeriksaan rapid test secara gratis di beberapa lembaga Negara yang menggelar pemeriksaan rapid test, seperti lembaga perbankan dan kementerian di jakarta dan juga dibeberapa daerah.” Lanjut Gofur

Masih kata Gofur dalam siaran persnya, “Harusnya direksi lebih mengutamakan untuk menunaikan kewajibannya terlebih dahulu kepada wartawan dan karyawan Antara sendiri, seperti membayarkan kenaikan gaji karyawan periode Tahun 2018 sesuai anjuran dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, membayarkan Jasa Produksi karyawan yang seharusnya dibayarkan pada bulan April lalu sesuai Perjanjian Kerja Bersama, membayarkan cicilan hutang kepada Bank agar gedung bersejarah Antara yang diagunkan tidak berpotensi menjadi obyek sita oleh Bank, selain itu direksi juga harus fokus menindaklanjuti penyelesaian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang cukup banyak agar kedepan tidak membebani perusahaan lebih berat.

“Serikat Pekerja Antara juga berharap Kementerian BUMN selaku pemegang saham dapat lebih ketat lagi mengawasi kegiatan Perusahaan BUMN dalam rangka pemenuhan program Corporate Social Responsibility (CSR), karena CSR itu juga wajib dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, sepanjang memang keuangan perusahaan dalam kondisi baik dan mendapatkan laba usaha yang memang berlebih, jangan sampai memberikan CSR dari hasil berhutang dari Bank yang pada akhirnya membebani generasi Antara dimasa yg akan datang, direksi pergi meninggalkan Antara dengan meninggalkan warisan hutang yang bertumpuk” Tutup Gofur

Pos terkait