Ratin Serikat FSPMI PT Kyokuto Perkuat Organisasi dan Soroti Pembenahan K3 di Tempat Kerja

Ratin Serikat FSPMI PT Kyokuto Perkuat Organisasi dan Soroti Pembenahan K3 di Tempat Kerja

Purwakarta, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Kyokuto menggelar Rapat Rutin (Ratin) pada Sabtu siang (11/7/2026) bertempat di Saung Johar 2 Putra, Cigelam, Purwakarta. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PUK serta didampingi oleh Pengurus Pimpinan Cabang (PC) SPAMK FSPMI Purwakarta, Ade Supyani.

Rapat rutin ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memperkuat langkah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Beberapa agenda yang dibahas di antaranya penguatan organisasi, peninjauan P2K3 di perusahaan, kelanjutan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), penyusunan strategi perundingan upah tahun 2027, serta permintaan penjelasan terkait bonus semester I tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Kyokuto, Wasep Subastian menegaskan bahwa penguatan organisasi menjadi prioritas utama. Menurutnya, aktivitas organisasi belakangan mengalami penurunan sehingga diperlukan semangat baru dari seluruh pengurus maupun anggota.

“PUK harus melakukan penguatan organisasi. Kegiatan organisasi yang mulai menurun harus kembali digiatkan. Pengurus harus lebih aktif menjalankan roda organisasi, begitu juga anggota harus kembali terlibat dalam setiap kegiatan. Jangan sampai organisasi hanya berjalan karena segelintir orang,” ujar Ketua PUK.

Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pembenahan di bidang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Pengurus meminta perusahaan memberikan kejelasan terkait lisensi operator (SIO) serta memastikan seluruh peralatan kerja telah memenuhi standar kelayakan demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Menurut Ketua PUK, keselamatan kerja merupakan hak setiap pekerja yang tidak boleh diabaikan.

“Kami meminta adanya kejelasan mengenai lisensi SIO dan kelayakan alat kerja. Semua pekerja berhak bekerja dengan aman dan nyaman. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.

Ketua PUK mengingatkan seluruh pengurus dan anggota agar tidak terlena dengan kondisi yang ada saat ini. Ia mengajak seluruh kader untuk kembali mengingat tujuan awal berdirinya organisasi serikat pekerja.

“Jangan terlena dengan keadaan. Kita harus selalu ingat mengapa organisasi ini dibentuk, yaitu untuk memperjuangkan hak, melindungi pekerja, serta meningkatkan kesejahteraan anggota. Organisasi akan kuat apabila pengurus dan anggotanya sama-sama aktif dan solid,” tegasnya.

Pos terkait