Said Iqbal, Pemimpin Buruh yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden

Said Iqbal, Pemimpin Buruh yang Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden

Jakarta, KPonline-Peta kebijakan ketenagakerjaan Indonesia memasuki babak baru. Said Iqbal, sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pemimpin/panglima pergerakan buruh di garis depan termasuk memimpin Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kini resmi masuk ke dalam lingkaran utama pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara.

Bacaan Lainnya

Jabatan baru ini menempatkan sang tokoh buruh dalam posisi strategis setingkat menteri untuk mengawal regulasi ketenagakerjaan langsung dari dalam istana.

Proses penunjukan Said Iqbal berlangsung cukup cepat. Berdasarkan laporannya, Said Iqbal mengaku menerima telepon langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol Teddy Indra Wijaya, pada malam hari sebelum pelantikan.

“Iya, dilantik di Istana. Ditelepon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy. Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat menteri sesuai Perpres No 137/2024,” ungkap Said Iqbal saat dikonfirmasi oleh media.

Lebih lanjut, nama Said Iqbal memang tidak asing lagi di dunia perburuhan Indonesia. Berdasarkan data organisasi FSPMI, perjalanan kariernya di dunia gerakan pekerja sangat panjang:

• 1992–1999: Memulai langkah sebagai Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.

• 2003–2012: Menjabat sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), salah satu serikat buruh paling solid dan militan di Indonesia.

• 2012–Sekarang: Memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

• 2021–Sekarang: Menghidupkan kembali dan memimpin Partai Buruh sebagai wadah perjuangan politik kaum pekerja.

Di kancah internasional, kredibilitas Said Iqbal diakui secara luas. Ia pernah mendapat penghargaan sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia (The Febe Elizabeth Velasquez Award) pada tahun 2013 dan rutin menjadi delegasi Indonesia untuk Konferensi International Labour Organization (ILO).

Namun, meski kini berada di dalam pemerintahan, Said Iqbal menegaskan komitmennya tidak akan berubah. Langkahnya masuk ke kabinet didukung penuh secara internal oleh serikat pekerja demi membawa suara buruh langsung ke telinga Presiden.

Salah satu misi besar yang langsung ia suarakan setelah pelantikan adalah mendesak penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) yang selama ini dikeluhkan merugikan pekerja.

Pos terkait