Cimahi, KPonline–Solidaritas adalah kekuatan utama kaum buruh. Nilai itulah yang kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Logam Bima Cimahi dengan mendatangi kediaman Agus, yang akrab disapa Agung Made, anggota sekaligus pengurus Garda Metal FSPMI Bandung Raya, yang menjadi korban musibah robohnya bangunan rumah yang terjadi pada dini hari Selasa 30 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut hadir mewakili keluarga besar karyawan PT. Logam Bima Cimahi, yaitu Prantono selaku Wakil Ketua I, Udin Komarudin selaku Bendahara, Asep Wahyudin selaku Sekretaris, Agus Suryanto Bidang Advokasi serta Ade Hermawan selaku Pengurus Bidang PKB.
Suasana haru menyelimuti pertemuan ketika Sri, istri Agung Made, menceritakan detik-detik peristiwa yang nyaris merenggut nyawa keluarganya. Menurut penuturannya, sekitar pukul 02.00 WIB bangunan rumah tiba-tiba roboh. Saat itu, tanpa berpikir panjang, naluri seorang ayah membuat Agung Made langsung memeluk istri dan anaknya untuk melindungi mereka dari reruntuhan.
Tindakan heroik tersebut membuat sebagian besar material bangunan menimpa tubuh Agung Made. Akibatnya, ia mengalami luka robek di bagian kepala serta beberapa luka di bagian punggung, sehingga harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, PUK SPLP FSPMI PT. Logam Bima Cimahi juga menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana yang dilakukan di lingkungan perusahaan sebagai bentuk kepedulian dan semangat persaudaraan antaranggota.
Saat menyerahkan santunan, Bendahara PUK, Udin Komarudin, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga.
“Semoga bantuan yang kami serahkan hari ini dapat memberikan manfaat dan sedikit membantu. Kami juga mendoakan semoga Kang Agung Made segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa solidaritas buruh tidak hanya hadir dalam perjuangan menuntut keadilan di tempat kerja, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama saat menghadapi musibah. Semangat kebersamaan inilah yang terus dijaga oleh keluarga besar FSPMI.
(Zenk)



