Rapat Perdana Departemen Database DPP FSPMI, Perkuat Integrasi Data untuk Konsolidasi Nasional

Rapat Perdana Departemen Database DPP FSPMI, Perkuat Integrasi Data untuk Konsolidasi Nasional

Jakarta, KPonline – Departemen Database DPP FSPMI menggelar rapat perdana di kantor pusat DPP FSPMI lantai 3 pada Rabu, 15 April 2025. Pertemuan ini dipimpin oleh Vice Presiden Rusmiatun, serta dihadiri Presiden FSPMI Suparno dan Sekretaris Jenderal Sabilar Rosyad.

Rapat ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem pendataan organisasi pasca pelaksanaan kongres dan musyawarah nasional. Fokus utama pembahasan adalah pembenahan serta penataan ulang seluruh data strategis organisasi agar lebih terstruktur, terintegrasi, dan mudah diakses.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Presiden FSPMI Suparno menegaskan bahwa database merupakan elemen krusial dalam menunjang kerja-kerja organisasi ke depan. Ia menekankan pentingnya integrasi data dari seluruh tingkatan organisasi secara menyeluruh dan sistematis.

Menurutnya, data yang dimiliki harus mampu menggambarkan kondisi riil anggota FSPMI di seluruh Indonesia, yang tersebar di berbagai sektor, baik formal maupun informal, dengan karakteristik pekerjaan yang beragam.

Lebih lanjut, Suparno menginstruksikan agar database di seluruh SPA tersusun lengkap dan saling terkoneksi, mulai dari tingkat DPP, PP SPA, DPW/KC, PC SPA hingga PUK. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh data diharapkan dapat diakses secara cepat, akurat, dan sinkron.

Ia juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan baru, pembenahan database menjadi salah satu prioritas utama, mengingat adanya perubahan struktur kepengurusan serta dinamika organisasi yang terus berkembang.

Sementara itu, Sekjen FSPMI Sabilar Rosyad menambahkan bahwa pembaruan data harus dilakukan secara berkala dan sistematis. Keakuratan data, menurutnya, menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan organisasi.

Dalam diskusi, turut dibahas berbagai tantangan dalam proses pendataan, khususnya bagi anggota yang bekerja di sektor perkebunan maupun sektor informal yang memiliki keterbatasan akses terhadap perangkat digital.

Oleh karena itu, sistem database yang dibangun harus adaptif terhadap kondisi lapangan, dengan pendekatan yang sederhana, mudah dipahami, dan fleksibel, sehingga seluruh anggota tetap dapat terdata dengan baik.

Rusmiatun selaku pimpinan Departemen Database menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pendataan yang inklusif dan adaptif. Ia menyebutkan bahwa seluruh jajaran akan bekerja maksimal untuk memastikan sistem database organisasi berjalan optimal.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pembaruan Kartu Tanda Anggota (KTA), seiring dengan perubahan kepengurusan dan sebagai bagian dari pembaruan data anggota secara menyeluruh.

Selain itu, sinkronisasi data PUK di tingkat PP SPA FSPMI juga menjadi perhatian utama, mencakup jumlah anggota, kondisi organisasi, hingga status keaktifan di masing-masing perusahaan.

Data terkait anggota yang mengalami permasalahan seperti PHK, PUK yang tidak aktif, serta dinamika organisasi lainnya juga akan diperbarui secara berkala. Hal ini bertujuan agar organisasi memiliki gambaran yang jelas dan akurat terhadap kondisi anggotanya.

Dengan sistem database yang rapi, terintegrasi, dan selalu terbarui, DPP FSPMI diharapkan mampu memantau kondisi anggota di seluruh Indonesia secara komprehensif. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat organisasi serta meningkatkan pelayanan kepada seluruh anggota FSPMI di masa mendatang.

Pos terkait