Surabaya, KPonline – Momen haru mewarnai Musyawarah Cabang (Muscab) II Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPLP FSPMI) Kota Surabaya saat Ketua Demisioner, Moch Ismail, menyampaikan pidato perpisahannya setelah menuntaskan masa pengabdian sebagai pimpinan organisasi.
Dalam sambutannya, Moch Ismail mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari perjuangan FSPMI, khususnya di lingkungan SPLP Kota Surabaya. Baginya, organisasi bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan tempat untuk berkontribusi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.
“Alhamdulillah, saya bangga sekali bisa bergabung di FSPMI, khususnya SPLP Surabaya. Saya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjuangan ini dan ikut terlibat dalam berbagai upaya memperjuangkan kepentingan pekerja selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Moch Ismail tercatat telah mengabdikan diri dalam organisasi sejak tahun 2007 dan aktif selama tiga periode kepengurusan. Dalam perjalanan tersebut, ia menyaksikan berbagai dinamika organisasi, mulai dari perkembangan keanggotaan hingga perubahan nama organisasi dari SPL menjadi SPLP FSPMI.
Menurutnya, kekuatan utama organisasi terletak pada solidaritas dan komitmen anggota dalam menjaga keberlangsungan perjuangan serikat pekerja. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan lebih baik dan membawa organisasi ke arah yang semakin maju.
“Saya berharap FSPMI, khususnya SPLP Kota Surabaya, terus berkembang, semakin bertambah anggotanya, dan diberikan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta buruh di Jawa Timur,” katanya.
Ia juga berpesan agar ketua dan pengurus yang terpilih mampu menjadi teladan bagi anggota serta menghadirkan inovasi dalam pengembangan organisasi.
“Ketua SPLP yang selanjutnya harus mampu menjadi teladan dan bahkan lebih baik dari saya. Yang terpenting adalah mampu mengembangkan organisasi, memperkuat keanggotaan, dan terus memperjuangkan kesejahteraan buruh di Jawa Timur,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Moch Ismail secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pengurus baru dengan penuh keikhlasan. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi yang sehat dalam organisasi.
Selama masa kepengurusan periode 2021–2026, SPLP FSPMI Kota Surabaya berhasil mempertahankan dan mengembangkan basis organisasi melalui lima Pimpinan Unit Kerja (PUK) aktif yang secara konsisten menjalankan kewajiban organisasi, termasuk pembayaran iuran organisasi (COS).
Lima PUK aktif tersebut meliputi:
1. PT Surya Manunggal Semesta-BSM – bergabung pada Oktober 2019.
2. CV Perjuangan Steel – bergabung pada Desember 2019.
3. PT Mepoly Industry – bergabung pada September 2021.
4. PT Solihin Jaya Industri – bergabung pada September 2021.
5. PT Bondi Syad Mulia – bergabung pada tahun 2025.
Keberadaan lima PUK aktif tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperkuat gerakan serikat pekerja di Kota Surabaya.
Muscab II yang digelar pada hari Minggu (7/6/26) di Gedung Pertemuan Remaja, Jalan Dukuh Kupang XXV No. 52, Surabaya, menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis organisasi untuk lima tahun mendatang.
Dengan berakhirnya masa kepengurusan 2021–2026, Moch Ismail berharap seluruh kader dan anggota tetap menjaga persatuan, meningkatkan militansi organisasi, serta terus memperkuat perjuangan demi terciptanya kesejahteraan pekerja yang lebih baik.
“Organisasi ini dibangun dengan semangat kebersamaan dan perjuangan. Saya yakin dengan soliditas yang ada, SPLP FSPMI Kota Surabaya akan terus berkembang dan menjadi organisasi yang semakin kuat dalam memperjuangkan hak-hak buruh,” tutupnya.
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi SPLP FSPMI Kota Surabaya untuk melanjutkan perjuangan, memperluas keanggotaan, serta meningkatkan peran organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Kota Surabaya maupun Jawa Timur.



