New Aksi

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Berbagai aksi buruh kembali bisa kita saksikan. Setelah beberapa waktu lalu gerakan terdiam karena ada pandemi covid-19, dalam beberapa waktu belakangan, kini kembali terlihat bahwa gerakan mulai menggeliat.

Jika pemerintah menerapkan “new normal”. Mungkinkah ini adalah fenomena “new aksi”.

Bacaan Lainnya

Bagi kaum buruh, aksi adalah sebentuk perlindungan diri.

Ketika di PHK, hak-hak diperkosa, bahkan kebijakan yang merugikan seolah dipaksakan, maka aksi menjadi jawaban.

Sebab hampir selalu, diskusi tidak menyelesaikan persoalan. Bukankah seringkali perubahan hanya bisa dilakukan melalui konfrontasi?

Dalam kaitan dengan itu, kita bisa memahami jika buruh Purwakarta mulai melakukan aksi grebek pabrik untuk mendesak perusahaan menyepakati nilai UMSK.

Begitu pun dengan apa yang dilakukan buruh di berbagai kota di Jawa Barat, yang hari ini serentak turun ke jalan.

Atau sebelumnya, buruh melakukan aksi di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyuarakan maraknya PHK yang terjadi.

Kita juga mendengar kabar, di Jawa Tmur, buruh juga akan bergerak. Mereka mengusung isu jaminan kesehatan.

Aksi-aksi yang dilakukan kaum buruh memang sangat beresiko. Mengingat pandemi belum sepenuhnya usai.

Namun demikian, nampaknya tidak ada pilihan lain. Hanya berdiam diri bukan pilihan yang tepat. Sulit bagi buruh untuk membela diri.

Jika ada yang bertanya, apakah pilihan untuk melakukan aksi adalah keputusan terbaik?

Untuk menjawab ini, kita bisa melihat fakta yang ada. Jutaan buruh dirumahkan tanpa upah penuh. Belum lagi yang kehilangan pekerjaan. Nyaris tak ada yang bisa dilakukan.

Lalu apa yang sudah dilakukan otoritas dalam situasi seperti ini? Adakah upaya sungguh-sungguh untuk mencegah agar PHK tidak terjadi? Adakah sanksi tegas bagi perusahaan yang memangkas upah hingga setengah?

Belum lagi ketika kita berbicara mengenai omnibus law yang sejak awal ditentang oleh kaum buruh. Pembahasannya tetap dilakukan. Seolah baleid yang baru ini lebih penting ketimbang memaksimalkan strategi untuk mencegah PHK.

Dengan new aksi ini, kita berharap aspirasi kaum buruh akan didengarkan. Kepentingan rakyat diutamakan.

Oleh karena itu, kita berharap, pemerintah segera turun tangan untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan kaum buruh.

Pos terkait