Menumbuhkan Rasa Kesadaran Anggota, Ini Yang Dilakukan PUK SPAMK-FSPMI PT. Sumi Indo Wiring System

  • Whatsapp

Purwakarta, KPonline – Dalam situasi Pandemi covid 19 ini, banyak sekali perusahaan yang mengalami penurunan keuntungan. Ada yang melakukan pengurangan karyawan dan bahkan ada yang gulung tikar (bangkrut).

Hal tersebut kini mulai dirasakan oleh pabrik-pabrik besar yang ada di Kawasan Industri Bukit Indah City (BIC)/ Kota Bukit Indah Purwakarta.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, untuk tetap menumbuhkan rasa kesadaran para anggota agar selalu dalam satu barisan digaris perjuangan dengan dibarengi kekompakan dan kebersamaan serta membahas perkembangan perusahaan saat ini maka Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK-FSPMI) PT. Sumi Indo Wiring System mengadakan agenda Konsolidasi akbar di Kantor Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Purwakarta dengan mengikuti protokol kesehatan, mengisi absen sambil diberikan handsanitizer dan memakai masker.

Acara pun dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI. Rasa antusias diperlihatkan oleh para anggota yang hadir dan atas hal tersebut, memberikan semangat tersendiri bagi para pengurus untuk memberikan pengetahuan tentang dunia perburuhan.

Selain itu hadir pula Didin Hendrawan S. E selaku Komisi 1 DPRD Purwakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai icon tokoh perburuhan di Purwakarta memberikan motivasi kepada seluruh anggota untuk tetap bersatu.


“Tingkatkan terus solidaritas diantara kita, karena ini adalah kekuatan yang selama ini bisa merubah kesejahteraan kaum buruh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Supyani selaku ketua Pimpinan Cabang SPAMK-FSPMI Kab. Purwakarta juga merangkap sebagai Ketua PUK SPAMK PT. SIWS menjelaskan perihal tentang perkembangan perusahaan dan dunia perburuhan yang sekarang sedang terjadi. Beliau membahas tentang kondisi perusahaan yang kurang baik dikarenakan pandemi.

“Walau Pandemi, diharapkan tidak akan ada pengurangan karyawan dan perusahaan pun tetap bertahan,” harap Ade Supyani.

”Saya ingin hubungan industrial yang baik dengan perusahaan. Dimana kita menuntut kesejahteraan tapi disisi lain, kita berusaha agar perusahaan tempat kita bekerja tetap bertahan dan semakin maju. Makanya saya meminta kepada kawan semua mulai hari ini kita jangan kerja berleha-leha. Tingkatkan terus kedisiplinan, efisien dan absensinya agar perusahaan kita masih bisa bertahan sampai anak cucu kita nanti,” ujar Ade Supyani kepada Media Perdjoeangan.

Sebagai barometer pergerakan buruh di Purwakarta, anggota puk harus selalu siap berjuang dalam aksi. Apalagi terkait dengan perkembangan upah minimum sektoral kabupaten/ kota (UMSK) pasukan kampus biru haruslah jadi garda terdepan. Kata Ade Supyani

Makanya setelah konsolidasi akbar ini, akan ada aksi pengawalan UMSK ke Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate Bandung.

Ade Supyani menginstruksikan kepada anggota yang sedang stay at home untuk ikut dalam aksi hari selasa nanti.

“Kekompakan ini harus selalu dijaga. Karena kesejahteraan itu bukan diberikan, tapi diperjuangkan. Salam solidaritas!,” tutupnya.

(Aim/ Oby)

Pos terkait