Menjemput Kawan Seperjuangan yang Bebas Dari Jeruji Besi

Jakarta, KPonline – Hari ini laki-laki itu dibebaskan, setelah kurang lebih tiga bulan mendekam di balik jeruji besi. Apa yang ia alami, menyayat hati nurani. Sebab ia dipenjara untuk sesuatu yang disebutnya sebagai perjuangan.

Ketika ia dibebaskan, beberapa kawan menyambutnya. Terlihat Presiden FSPMI Said Iqbal, Vice President FSPMI Nani Kusmaeni, Ketua PC SPEE FSPMI Bekasi Sukamto, dan beberapa kawan yang lain.

Bahagia, haru yang membiru, dan segala rasa menjadi satu.

Dia, laki-laki itu, dituduh melakukan penggelapan. Ia merasa tidak sedang menggelapkan.

Mobil itu tidak ia bawa lari. Masih ada di dalam perusahaan. Tidak ada yang dirugikan.

Hingga satu ketika, karena merasa ada perbedaan terkait cita-cita perjuangan, ia keluar dari serikat itu. Kemudian bergabung dan mendirikan FSPMI.

Sejak saat itulah, konflik terjadi. Tidak hanya dengan pihak perusahaan, yang tidak merestui keberadaan FSPMI. Tetapi juga dengan serikat yang lama, dimana ia sebelumnya menjadi ketua.

Celah itulah yang digunakan. Mobil inventaris yang sudah dibalik nama, yang sesungguhnya juga masih ada di perusahaan, akhirnya membuatnya masuk ke dalam penjara.

Kita berandai-andai, seandainya laki-laki ini tidak mendirikan FSPMI, niscaya ia tidak akan dihukum. Inilah yang saya sebut di awal, sesuatu yang menyayat keadilan. Dihukum karena ingin mendirikan serikat.

Presiden FSPMI KSPI Said Iqbal yang ikut menjemput laki-laki ini menulis pesan yang menggetarkan: Dibebaskan hari ini, untuk sebuah kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Terkurung 3 bulan di penjara dengan meninggalkan derita bagi istri dan anak-anaknya.

Hukum yang buta dan dewi keadilan yang tertutup matanya.

Saya menyambut pejuang keadilan itu. Mungkin dia tidak dikenal di dunia ini karena dia orang kecil dan buruh biasa. Tapi saya yakin, di akhirat sana, banyak malaikat yang mengenalnya.

Dia yang terpenjara demi membela orang kecil. Bukan untuk sebuah kejahatan yang tidak pernah dilakukannya…

Facebook Comments