Purwakarta, KPonline-Ketika kita berbicara tentang kaum buruh atau kelas pekerja, perhatian masyarakat sering kali hanya tertuju pada pekerja pabrik atau atau pekerja kantoran. Padahal, terdapat jutaan buruh di sektor pertanian dan perikanan yang memiliki peran tak kalah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, yaitu buruh tani dan nelayan.
Buruh tani itu sendiri adalah pekerja yang mengandalkan tenaganya untuk mengolah lahan pertanian milik orang lain dengan menerima upah harian, borongan, maupun sistem bagi hasil. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari mengolah tanah, menanam, memupuk, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian.
Namun, meski menjadi ujung tombak produksi pangan, sebagian besar buruh tani ternyata masih menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dimana, upah yang rendah, pekerjaan yang bersifat musiman, minimnya perlindungan sosial, hingga ketidakpastian pendapatan menjadi persoalan yang kerap mereka alami sampai saat ini.
Sementara itu, nelayan merupakan pekerja yang mencari dan menangkap ikan serta hasil laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam praktiknya, terdapat nelayan pemilik kapal dan nelayan buruh. Nelayan buruh bekerja di atas kapal milik orang lain dengan memperoleh bagian hasil tangkapan atau upah sesuai kesepakatan.
Profesi nelayan juga memiliki risiko yang tinggi. Selain harus menghadapi cuaca buruk dan gelombang laut yang tidak menentu, mereka juga dihadapkan pada fluktuasi harga hasil tangkapan, kenaikan harga bahan bakar, hingga berkurangnya sumber daya ikan akibat perubahan iklim dan aktivitas penangkapan yang tidak berkelanjutan.
Buruh tani dan nelayan memiliki kesamaan sebagai pekerja yang menggantungkan hidup pada kekuatan fisik dan kondisi alam. Keduanya berperan besar dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat, namun sering kali belum memperoleh kesejahteraan yang sebanding dengan kontribusi yang mereka berikan.
Dalam konteks perlindungan ketenagakerjaan, serikat pekerja mendorong agar buruh tani dan nelayan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap jaminan sosial, perlindungan keselamatan kerja, kepastian pendapatan yang layak, pelatihan peningkatan keterampilan, serta akses terhadap pembiayaan dan teknologi.
Keberadaan buruh tani dan nelayan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Meningkatkan kesejahteraan mereka bukan hanya soal keadilan bagi para pekerja, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat perekonomian Indonesia.



