Memperkuat Media Alternatif Gerakan Buruh

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Langkah konkrit Media Perdjoeangan Bekasi menuju Citizen Journalism yang merupakan strategi altenatif di tengah kondisi pergerakan buruh yang makin berat, diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Media, Sabtu (19/8/2017). Pelatihan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Bekasi ini diikuti 39 orang peserta, dari berbagai unit kerja.

Sebagaimana kita tahu, saat ini nanyak permasalahan yang mendera kaum buruh. Dari sisi internal, hal ini terlihat dari berkurangnya partisipasi buruh di setiap aksi-aksi jalanan, menurunnya minat buruh untuk mengikuti pendidikan dan konsolidasi organisasi. Dari sisi eksternal, ada beberapa regulasi yang mengancam masa depan mereka. Belum juga selesai kasus outsourcing, sudah muncul lagi peraturan pemagangan. Disinyalir sudah ada beberapa perusahaan di Bekasi yang memberlakukan pekerja magang. Coba eta terangkanlah..!

Bacaan Lainnya

Ditambah lagi masalah pengupahan. Baik upah padat karya juga sebentar lagi penetapan Upah Minimum Kabupaten dan Upah Minimum Sektoral yang belum jelas arahnya mau kemana. Karena sampai saat ini belum terdengar adanya Surver KHL dari Dewan Pengupahan Kabupaten, inilah efek domino dari PP 78 tahun 2015 dan di perparah dengan Permenakertrans No 21 tahun 2016, yang mana dalam pasal 5 ayat 1 Permenakertrans tersebut menyatakan bahwa komponen dan jenis KHL akan ditinjau dalam jangka waktu 5 tahun.

Seolah tidak puas dengan itu Pemerintah mengeluarkan pula Permenakertrans No.1 tahun 2017 tentang Struktur Skala Upah yang disinyalir ada beberapa pasal yang mereduksi hak berunding Serikat Pekerja dalam pembuatan Struktur Skala Upah tersebut.

Ada lagi UU kepailitan yang kontradiksi dengan UU Perbankan,Kawasan Indusitri menjadi Objek Vital Nasioanal dan Peraturan Pengganti Undang – Undang tentang Ormas melengkapi cengkraman maut untuk mematikan pergerakan buruh.

Suasana Pelatihan Media Perdjoeangan Bekasi yang diselenggarakan PC SPEE FSPMI Bekasi, Sabtu , 19 Agustus 2017. (Foto: Aep Risnandar)

Tetapi, eng..ing..eng…, kemenangan buruh Ohsung Bekasi di Pengadilan Hubungan Industrial Bandung membawa angin segar.

Geliat aksi kawan-kawan buruh PT Padama dan PT. Subur Djaya Teguh, juga antusiasnya 39 orang kawan-kawan yang mengikuti pendidikan Menulis dan Photography Jurnalistik yang diselenggarakan di Sekretariat KC FSPMI Bekasi ini membawa harapan dan motivasi baru untuk kembali berjuang dengan strategi alternatif, gerakan berbasis Citizen Journalism.

Menghadirkan pemateri yang expert dibidangnya,untuk materi Photography Journalistik disampaikan dengan santai tapi serius oleh Ketua Media Nasioanal FSPMI Si Jaket Ijo, Iwan Budi Santoso. Pengenalan Media Perjuangan oleh Sekretaris Media Nasional, M.Hervin, melengkapi seru dan khidmatnya pelatihan ini. Sedangkan sesi kedua dengan materi Dasar-dasar Menulis dan Kontra Propaganda di media elektronik disampaikan denga lugas oleh Vice Presiden Bidang Infokom, Media dan Propaganda, Kahar S. Cahyono.

Kegiatan ini merupakan tahap awal yang dilakukan Media Perdjoeangan Bekasi. Dalam waktu dekat Media Perdjoeangan Bekasi akan berkordinasi dengan KC FSPMI Bekasi dan Pengurus PC Bidang INFOKOM SPA untuk melakukan hal yang sama dan ditindak lanjuti dengan kegiatan Latsar Media yang pesertanya yang sudah mengikuti pendidikan Menulis dan Photography Jurnalistik, sehingga Bekasi mempunyai SDM yang cukup untuk mewujudkan strategi perjuangan alternatif, gerakan berbasis Citizen Journalism.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar