Media Perdjoeangan Nasional Targetkan Seluruh Daerah Bentuk Struktur Organisasi hingga Akhir 2026

Media Perdjoeangan Nasional Targetkan Seluruh Daerah Bentuk Struktur Organisasi hingga Akhir 2026

Jakarta, KPonline–Sebagai salah satu pilar penting dan corongnya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Media Perdjoeangan Nasional menggelar rapat rutin di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2026).

Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus Media Perdjoeangan Nasional. Dalam kesempatan itu, Koordinator Liputan Nasional (Koorlipnas) Media Perdjoeangan, Agung Purwanto, menyampaikan bahwa pasca Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) FSPMI, baru dua daerah yang telah melaksanakan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) sebagai bagian dari pembentukan kepengurusan Media Perdjoeangan.

Bacaan Lainnya

“Dua daerah tersebut adalah Bekasi dan Sumatra Utara. Khusus Sumatra Utara, penyusunan kepengurusan Media Perdjoeangan dilakukan melalui forum diskusi, bukan melalui rapat kerja,” ujar Agung Purwanto.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa Media Perdjoeangan akan terus membangun komunikasi yang solid dengan seluruh elemen organisasi FSPMI, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pimpinan Pusat (PP), Konsulat Cabang (KC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK).

Menurutnya, keberadaan Media Perdjoeangan di setiap daerah memiliki peran penting sebagai sarana dokumentasi sekaligus penyebarluasan seluruh aktivitas organisasi.

“Kami berharap seluruh Konsulat Cabang segera membentuk Media Perdjoeangan di wilayahnya masing-masing agar setiap kegiatan organisasi dapat terdokumentasikan dengan baik. Target kami, maksimal akhir tahun 2026 seluruh daerah telah melaksanakan Rakerdasus,” tegasnya.

Media Perdjoeangan bukan sekadar wadah publikasi. Ia merupakan ruang perjuangan yang mengabadikan setiap langkah organisasi. Setiap berita yang terbit menjadi saksi perjalanan panjang gerakan buruh FSPMI. Mulai dari rapat-rapat yang penuh gagasan, aksi di bawah terik matahari, pendidikan, proses advokasi, hingga air mata para pekerja yang berjuang mempertahankan hak dan martabatnya.

Ketika satu berita dipublikasikan, sesungguhnya satu lembar sejarah perjuangan buruh FSPMI telah berhasil diselamatkan dari kemungkinan dilupakan.

Karena itu, setiap anggota Media Perdjoeangan dan anggota FSPMI pada umumnya memiliki kesempatan menjadi pejuang melalui karya jurnalistiknya. Tinta yang dituliskan dengan kejujuran dan keberanian sering kali lebih tajam daripada suara yang hanya bergema sesaat. Seperti ungkapan yang mungkin telah lama dikenal, kata lebih tajam daripada senjata, sebab tulisan mampu melampaui ruang dan waktu serta menggerakkan kesadaran banyak orang.

Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh Media Perdjoeangan FSPMI. Selama pena masih bergerak di atas kertas dan jari-jari terus mengetikkan fakta perjuangan, sejarah gerakan buruh akan tetap ada.

Mari terus gerakan pena perjuangan. Sebab ketika buruh berhenti menulis, sejarah akan ditulis oleh mereka yang tidak pernah merasakan pahitnya perjuangan. Namun ketika buruh terus menulis, dunia akan mengetahui bahwa setiap kemenangan lahir dari keberanian dan kerja keras yang tidak pernah padam.

Pos terkait