Tuban, KPonline – Gelombang kebangkitan gerakan buruh kembali bergema di Kabupaten Tuban. Ratusan pekerja dari sektor Semen, Minyak dan Gas resmi menyatakan bergabung dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dalam kegiatan konsolidasi yang digelar di Kantor Sekretariat FSPMI Kabupaten Tuban, Minggu (12/7/2026).
Konsolidasi yang dihadiri langsung oleh Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Tuban, Duraji, S.H., bersama jajaran pengurus ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan para pekerja terhadap FSPMI sebagai organisasi yang konsisten mengawal hak-hak buruh dalam setiap perjuangan hubungan industrial.
Bergabungnya ratusan buruh ini juga tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak perjuangan FSPMI Kabupaten Tuban dalam menyelesaikan berbagai perselisihan hubungan industrial. Keberhasilan organisasi ini mengawal hak-hak pekerja, termasuk penyelesaian sengketa yang berhasil dicapai beberapa hari lalu, menjadi bukti nyata bahwa serikat pekerja mampu menghadirkan perlindungan dan hasil yang dirasakan langsung oleh anggotanya.
Besarnya perhatian publik terhadap perjuangan FSPMI juga tercermin dari pemberitaan Koran Perdjoeangan mengenai aksi buruh beberapa hari lalu yang telah dibaca lebih dari 50 ribu pembaca. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa perjuangan buruh di Kabupaten Tuban tidak hanya menjadi perhatian kalangan pekerja, tetapi juga mendapat sorotan luas karena dinilai memperjuangkan keadilan dan kepastian hak-hak ketenagakerjaan.
Pekerja yang datang bukan karena paksaan ataupun iming-iming. Mereka hadir atas kesadaran bahwa perjuangan akan jauh lebih kuat ketika dilakukan secara bersama melalui organisasi yang solid.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa kesadaran berserikat di Kabupaten Tuban terus mengalami pertumbuhan. Semakin banyak pekerja memahami bahwa hak-hak normatif, kepastian kerja, upah yang layak, jaminan sosial, hingga perlindungan hukum tidak akan terjaga apabila buruh berjalan sendiri-sendiri.
Dalam sambutannya, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, S.H., menegaskan bahwa berserikat merupakan hak konstitusional setiap pekerja yang dijamin oleh undang-undang dan tidak boleh dihalangi oleh siapa pun.
“Jangan pernah takut berserikat. Sejarah membuktikan bahwa tidak ada kesejahteraan yang datang dengan sendirinya. Tidak ada hak pekerja yang diberikan sebagai hadiah. Semua lahir dari perjuangan yang terorganisir, solidaritas yang kuat, dan keberanian untuk bersatu. Itulah mengapa FSPMI akan selalu hadir bersama buruh dalam setiap perjuangan,” tegas Duraji.
Ia juga mengajak seluruh pekerja di Kabupaten Tuban untuk tidak lagi memandang serikat pekerja hanya sebagai pilihan, melainkan sebagai kebutuhan.
“Hari ini kita menyaksikan lahirnya harapan baru. Bertambahnya ratusan anggota akan semakin memperkuat barisan perjuangan FSPMI, khususnya di Kabupaten Tuban dan Jawa Timur pada umumnya. Jangan pernah biarkan hak-hak pekerja diputuskan tanpa melibatkan suara pekerja. Selama masih ada ketidakadilan dan selama masih ada hak yang diabaikan, FSPMI akan tetap berdiri di barisan terdepan untuk memperjuangkannya.”
Kegiatan konsolidasi ini menjadi penegasan bahwa FSPMI Kabupaten Tuban terus berkembang sebagai rumah perjuangan kaum buruh. Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang bersatu, aktif, dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan keadilan di tempat kerja. Di tengah dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks, keberadaan serikat pekerja menjadi benteng utama dalam menjaga hak, martabat, serta masa depan pekerja beserta keluarganya.
Setiap kemenangan gerakan buruh selalu diawali oleh keberanian untuk berserikat. Dari persatuan lahir kekuatan, dari solidaritas tumbuh keberanian, dan dari perjuangan yang tak pernah padam terwujud keadilan. Karena itu, satukan tekad, jaga solidaritas, dan jangan pernah menyerah memperjuangkan hak serta keadilan bagi seluruh pekerja
Bangga Berjuang Bersama FSPMI.
Berserikat Kita Kuat.
Bersama Kita Bermartabat.



